Mantan pemain Manchester United David Beckham mengungkapkan respons tidak terduga dari pelatih Sir Alex Ferguson setelah dirinya mencetak gol spektakuler dari tengah lapangan pada pertandingan melawan Wimbledon di bulan Agustus 1996 silam.
Dilansir dari Bola melalui The Athletic pada Jumat (24/4/2026), Beckham mengenang bahwa sang manajer justru melarangnya berbicara kepada media massa mana pun tepat setelah peluit akhir pertandingan tersebut dibunyikan.
Peristiwa ikonik itu terjadi pada laga pembuka musim Premier League, di mana Beckham yang saat itu masih berusia 21 tahun melepaskan tendangan terukur dari garis tengah yang melampaui jangkauan kiper Neil Sullivan.
"Saya menghampiri bos. Saya pikir dia akan berkata, 'Gol yang hebat' dan merangkul saya. Dia berkata, 'Langsung naik bus, dan jangan bicara dengan siapa pun'," kata David Beckham, mantan gelandang Manchester United.
Tindakan protektif Ferguson tersebut bertujuan untuk melindungi talenta muda Beckham dari sorotan media yang berlebihan setelah aksi jeniusnya yang diprediksi akan menjadi gol terbaik musim itu.
Dalam laporan yang dikutip dari Bola, Ferguson memang mengakui kualitas luar biasa anak asuhnya itu dengan menyebut tendangan tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya di lapangan hijau.
Sikap protektif Ferguson terus berlanjut sepanjang karier Beckham di Old Trafford, termasuk saat sang pemain mendapatkan kecaman publik akibat kartu merah pada gelaran Piala Dunia tahun 1998.
Meskipun hubungan keduanya sempat mengalami keretakan yang berujung pada kepindahan Beckham ke Real Madrid, saat ini kedua tokoh legendaris sepak bola tersebut dilaporkan telah menjalin hubungan baik kembali.