Formula 1 (F1) telah mengumumkan pembatalan balapan di Bahrain dan Arab Saudi karena situasi yang belum stabil di Timur Tengah. Keputusan ini mengurangi jumlah balapan musim 2026 menjadi 22.
Seharusnya, Bahrain menjadi tuan rumah putaran keempat musim ini pada 10-12 April, diikuti oleh Jeddah, Arab Saudi, pada 17-19 April. Konflik yang sedang berlangsung antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menyebabkan kedua negara tersebut dinilai tidak kondusif.
FIA dan Formula 1 mengambil langkah ini untuk melindungi para pembalap dan penggemar. CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menyebut keputusan itu sulit tetapi tepat mengingat keadaan saat ini.
Grand Prix China, yang akan datang pada Minggu (15/3/2026), menjadi pengumuman resmi pembatalan ini. Tidak akan ada pengganti untuk kedua acara tersebut dalam jadwal 2026.
Sempat mempertimbangkan beberapa sirkuit alternatif, F1 akhirnya memutuskan untuk tidak mencari pengganti Jeddah dan Shakhir.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menekankan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. "FIA akan selalu mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan komunitas dan kolega kami," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya berharap stabilitas segera pulih di kawasan tersebut. "Bahrain dan Arab Saudi sangat penting bagi ekosistem musim balap kami, dan saya berharap dapat kembali ke keduanya sesegera mungkin setelah keadaan memungkinkan," tandasnya.