FIA Resmi Ubah Regulasi F1 Tengah Musim Jelang GP Miami

Federasi Otomotif Dunia merevisi aturan mesin hibrida dan prosedur start F1 menjelang GP Miami setelah dikritik tajam oleh Max Verstappen dan Lando Norris.

Federasi Otomotif Dunia (FIA) akhirnya mengambil langkah besar menjelang F1 seri Miami setelah mendapat tekanan dari para pembalap papan atas. Perubahan regulasi ini dilakukan di tengah musim dan menjadi respons atas kritik keras yang terus bermunculan.

F1 melakukan revisi aturan signifikan setelah mendapat sorotan dari sejumlah pembalap, termasuk Max Verstappen dan Lando Norris. Seperti dikutip dari Bola, sejak awal musim beberapa perubahan memang sudah diterapkan, terutama terkait pengelolaan mesin untuk meningkatkan daya saing.

Namun, para pembalap justru menilai hasil dari perubahan tersebut bertolak belakang dengan harapan awal. Verstappen menjadi salah satu yang paling vokal menyuarakan kritik ini.

Juara dunia empat kali itu bahkan terdampar di posisi kesembilan klasemen pembalap dan sempat memberi sinyal soal kemungkinan pensiun. Sementara itu, Norris menyoroti penggunaan mesin hibrida listrik dengan komposisi 50-50.

Ia memperingatkan bahwa tanpa perubahan, banyak pembalap bisa "terbang melewati pagar dan menyebabkan kerusakan besar". Merespons situasi tersebut, FIA memanfaatkan jeda dari balapan yang dibatalkan di Arab Saudi dan Bahrain untuk mengevaluasi regulasi.

Setelah berdiskusi dengan kepala tim dan pimpinan produsen unit daya, sejumlah aturan baru pun disepakati. Perubahan aturan ini menyasar beberapa aspek teknis pada sesi kualifikasi dan balapan utama.

Pada sesi kualifikasi, jumlah energi yang boleh digunakan dalam satu putaran diturunkan dari 8 megajoule menjadi 7 megajoule. Kebijakan ini membuat pembalap tidak perlu terlalu lama berada dalam fase pemulihan energi saat memacu mobil.

Masih di sesi kualifikasi, batas tenaga penuh juga ditingkatkan dari 250 kilowatt menjadi 350 kilowatt. Selain itu, jumlah sirkuit yang diperbolehkan menerapkan batas energi lebih rendah bertambah dari delapan menjadi dua belas sirkuit.

Untuk balapan utama, mode dorongan tambahan kini dibatasi maksimal 150 kilowatt atau mengikuti level sebelumnya jika lebih tinggi. Mobil juga diperbolehkan menggunakan tenaga listrik penuh 350 kilowatt saat keluar tikungan, tetapi dibatasi 250 kilowatt di area lainnya.

Uji Coba Sistem Start Baru dan Prosedur Lintasan Basah

Pada seri Grand Prix Miami, akan diuji prosedur start baru melalui sistem deteksi daya rendah yang mampu mengidentifikasi mobil dengan akselerasi tidak normal saat start. Sistem ini bekerja bersamaan dengan pengaturan otomatis MGU-K guna memastikan akselerasi minimum tetap tercapai tanpa memberikan keuntungan kompetitif.

Perubahan juga dilakukan untuk kondisi lintasan basah demi keselamatan. Suhu pemanas ban dinaikkan untuk meningkatkan daya cengkeram, sementara penggunaan tenaga listrik akan dibatasi demi menjaga kendali mobil, meski batas pastinya belum diumumkan.

Lampu belakang juga disederhanakan agar memberikan sinyal visual yang lebih jelas dan konsisten. Langkah ini diambil untuk membantu visibilitas dan reaksi pembalap lain dalam kondisi cuaca buruk.

Respons Kepala Tim Terhadap Kebijakan FIA

Langkah ini diharapkan meredakan kekhawatiran para pembalap, terutama terkait aspek keselamatan dan kemampuan mereka untuk tetap tampil maksimal. Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, memuji keputusan yang diambil oleh federasi tersebut.

Ia menyebut pendekatan FIA dalam merombak regulasi di tengah musim ini sangat presisi.

"Mereka bertindak seperti menggunakan pisau bedah, bukan tongkat pemukul," kata Wolff.

Seluruh perubahan regulasi ini diperkirakan mulai diterapkan pada Grand Prix Miami yang akan digelar kurang dari dua pekan ke depan.

Recommended