BYD Pertimbangkan Ekspansi ke Formula 1 dan Balap Ketahanan Internasional

BYD, raksasa otomotif China, tengah mengkaji kemungkinan masuk ke Formula One dan FIA World Endurance Championship di tengah ekspansi globalnya.

Produsen otomotif raksasa asal China, BYD, dikabarkan sedang mengeksplorasi langkah besar untuk terjun ke dunia balap internasional, termasuk Formula One (F1) dan ajang balap ketahanan seperti FIA World Endurance Championship (WEC). Informasi ini muncul seiring dengan ekspansi global BYD yang masif dan pergeseran teknologi di dunia balap yang semakin mengarah pada penggunaan mesin hybrid.

Menurut sumber internal perusahaan yang tidak ingin disebutkan identitasnya, BYD tengah mempertimbangkan sejumlah opsi untuk masuk ke ajang motorsport. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas citra merek di segmen premium dan menunjukkan kapabilitas teknologi mereka, seperti dilansir dari Bola pada Jumat (11/4/2026).

Salah satu opsi utama yang tengah dikaji adalah keikutsertaan di World Endurance Championship, yang di dalamnya termasuk balapan legendaris 24 Hours of Le Mans. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan kemungkinan untuk berpartisipasi dalam Formula One. Hal ini dapat diwujudkan baik dengan membangun tim sendiri maupun mengakuisisi tim yang sudah ada.

Jika rencana ini terwujud, langkah BYD akan menjadi upaya langka bagi produsen otomotif China untuk bersaing langsung di olahraga balap papan atas. Arena ini selama ini didominasi oleh tim-tim dari Eropa dan Amerika Serikat. Meski demikian, ketertarikan produsen China terhadap motorsport bukan hal yang sepenuhnya baru.

Geely, misalnya, telah sukses berkompetisi dalam balap mobil turing internasional melalui Cyan Racing. Sementara itu, Nio mencatat sejarah dengan memenangkan gelar pembalap di musim perdana Formula E pada tahun 2015. Namun, masuk ke Formula One membutuhkan investasi dan komitmen yang sangat besar.

Salah satu sumber menyebut biaya pengembangan dan operasional tim F1 bisa mencapai sekitar 500 juta dolar AS per musim. Proses negosiasi dan pengembangan mobil balap sendiri dapat memakan waktu bertahun-tahun. Hingga saat ini, BYD belum mengambil keputusan final dan masih membuka kemungkinan untuk tidak terjun ke kompetisi mana pun, serta belum memberikan komentar resmi.

BYD dikenal sebagai produsen kendaraan listrik (EV) dan hybrid dengan harga kompetitif. Namun, beberapa tahun terakhir, perusahaan berupaya meningkatkan citra mereknya dengan masuk ke segmen mobil mewah. Secara bisnis, BYD juga sedang berada di puncak performa setelah melampaui Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia.

Ekspansi agresif mereka terlihat di pasar Eropa, Amerika Latin, dan sejumlah pasar otomotif besar lainnya. Keterlibatan di Formula One juga berpotensi meningkatkan popularitas BYD di Amerika Serikat, meskipun saat ini perusahaan belum menjual mobil di sana akibat tarif tinggi dan pembatasan pasar.

Recommended