Piala Dunia 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal meski situasi di Timur Tengah tengah memanas. Kepastian ini ditegaskan oleh pejabat FIFA.
Chief Operating Officer (OO) FIFA, Heimo Schirgi, menyatakan bahwa turnamen sepak bola akbar ini terlalu besar untuk mengalami penundaan. Pernyataan tersebut disampaikan di International Broadcast Centre, Dallas, Senin waktu setempat.
Schirgi menanggapi pertanyaan mengenai ketidakpastian partisipasi Iran di Piala Dunia akibat konflik yang melibatkan negara tersebut dengan Israel dan Amerika Serikat. "Pada akhirnya kita akan menemukan solusi, dan Piala Dunia tentu saja akan tetap berjalan," kata Schirgi seperti dikutip NBC 5 Dallas-Fort Worth.
"Piala Dunia terlalu besar, dan kami berharap semua tim yang sudah lolos bisa ikut berpartisipasi," lanjutnya.
Sementara itu, Timnas Indonesia dipastikan akan berlaga tanpa gelandang andalannya, Thom Haye, pada ajang FIFA Series 2026 di Jakarta (27–30 Maret 2026) karena sanksi larangan bermain empat pertandingan dari FIFA.
FIFA terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah, bekerja sama dengan mitra pemerintah dan organisasi internasional. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi perkembangan harian menjelang Piala Dunia 2026 yang akan dimulai Juni mendatang.
Sebelumnya, Iran telah memastikan diri lolos ke turnamen melalui kualifikasi zona AFC dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Dua pertandingan akan dilaksanakan di Los Angeles, dan satu pertandingan di Seattle.
Schirgi menyatakan FIFA telah berkomunikasi dengan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), namun menolak memberikan detail lebih lanjut mengenai isi pembicaraan tersebut.
Edisi Terbesar Sepanjang Sejarah
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara. Turnamen ini akan diselenggarakan di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Amerika Serikat direncanakan menggelar pertandingan di 11 kota, Meksiko di tiga kota, dan Kanada di dua kota. Para pejabat FIFA berada di Dallas untuk mengumumkan rencana festival penggemar kota tersebut.
Kay Bailey Hutchison Convention Center, yang akan menjadi lokasi International Broadcast Centre, masih dalam tahap pembangunan. Schirgi menjelaskan bahwa pusat siaran internasional tersebut akan beroperasi 24 jam selama Piala Dunia 2026, dengan perkiraan kehadiran 3.000 hingga 3.500 pekerja media di Dallas.