Jadwal resmi Formula 1 2026 telah dirilis pada 1 Januari 2026, menjanjikan 24 seri balapan yang akan menyajikan persaingan lebih ketat dari musim-musim sebelumnya. Gelaran pembuka dijadwalkan berlangsung di Melbourne, Australia, pada 6-8 Maret 2026, sedangkan seri penutup akan diselenggarakan di Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 4-6 Desember 2026, demikian laporan dari Bola.
Musim 2025 lalu menyuguhkan drama yang mendebarkan dengan tiga pembalap bersaing memperebutkan gelar juara dunia hingga seri terakhir. Lando Norris, pembalap McLaren asal Inggris, berhasil menorehkan sejarah dengan mengakhiri dominasi Max Verstappen yang telah menjadi juara dunia empat musim beruntun.
Musim Formula 1 2026 diprediksi akan semakin sengit. Lando Norris tidak akan bisa tenang dalam mempertahankan gelarnya, mengingat ancaman dari pembalap-pembalap top seperti Max Verstappen, Oscar Piastri, dan Charles Leclerc yang siap memberikan perlawanan.
Salah satu perubahan signifikan adalah penambahan dua tim baru. Audi secara resmi akan meramaikan persaingan, sementara Cadillac mengambil alih kepemilikan Sauber, membawa wajah baru dan potensi kejutan dalam kejuaraan ini.
Selain itu, kalender F1 2026 juga memperkenalkan Sirkuit Madring di Spanyol yang akan menggantikan sirkuit legendaris Imola di Italia. Perubahan ini menambah elemen kebaruan dan tantangan bagi para pembalap.
Berikut adalah daftar lengkap jadwal balapan Formula 1 2026:
| No. Seri | Tanggal | Lokasi | Negara |
|---|---|---|---|
| 6-8 Maret 2026 | Melbourne | Australia | 13-15 Maret 2026 |
| Shanghai | China | 27-29 Maret 2026 | Suzuka |
| Jepang | 10-12 April 2026 | Shakir | Bahrain |
| 17-19 April 2026 | Jeddah | Arab Saudi | 1-3 Mei 2026 |
| Miami | Amerika Serikat | 22-24 Mei 2026 | Montreal |
| Kanada | 5-7 Juni 2026 | Monako | Monako |
| 12-14 Juni 2026 | Catalunya | Spanyol | 26-28 Juni 2026 |
| Spielberg | Austria | 3-5 Juli 2026 | Silverstone |
| Inggris | 17-19 Juli 2026 | Spa-Francorschamps | Belgia |
| 24-26 Juli 2026 | Budapest | Hungaria | 21-23 Agustus 2026 |
| Zanvoort | Belanda | 4-6 September 2026 | Monza |
| Italia | 11-13 September 2026 | Madring | Spanyol |
| 24-26 September 2026 | Baku | Azerbaijan | 9-11 Oktober 2026 |
| Singapura | Singapura | 23-25 Oktober 2026 | Austin |
| Amerika Serikat | 30 Oktober – 1 November 2026 | Mexico City | Meksiko |
| 6-8 November 2026 | Sao Paulo | Brasil | 19-21 November 2026 |
| Las Vegas | Amerika Serikat | 27-29 November 2026 | Lusail |
| Qatar | 4-6 Desember 2026 | Abu Dhabi | Uni Emirat Arab |
Sementara itu, krisis di Timur Tengah telah mengakibatkan pembatalan beberapa balapan yang direncanakan, termasuk seri Bahrain dan Arab Saudi. Situasi ini berdampak pada jadwal balapan internasional lainnya, seperti penundaan SUPER GT putaran Sepang 300 km.
Pembatalan ini turut mempengaruhi jeda panjang di kalender F1. Pemuncak klasemen sementara F1 2026, Kimi Antonelli, memanfaatkan jeda lima pekan ini dengan berkunjung ke VR46 Motor Ranch milik Valentino Rossi di Tavullia, Italia, dikutip dari Bola. Kimi Antonelli sebelumnya berhasil meraih kemenangan beruntun di Grand Prix China dan Jepang, mengukuhkan posisinya sebagai kandidat kuat juara dunia.
Mercedes dan McLaren juga dijadwalkan untuk melakukan tes Formula 1 di Nurburgring pada 14-15 April 2026 sebagai bagian dari uji coba ban Pirelli. Ini menandai kembalinya sirkuit legendaris Jerman tersebut untuk aktivitas F1, setelah terakhir kali menggelar Grand Prix Eifel pada musim 2020.
Persaingan di Nurburgring
Tes di Nurburgring akan menjadi kesempatan berharga bagi keempat pembalap dari tim Mercedes dan McLaren untuk mendapatkan waktu di lintasan setelah jeda yang tidak terduga. Jerman sendiri tidak lagi menjadi bagian tetap dari kalender F1 sejak Grand Prix Jerman 2019, yang dihapus karena masalah finansial dan penurunan jumlah penonton.
Pirelli belum mengonfirmasi apakah tes di Nurburgring akan difokuskan pada ban basah atau kering. Prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan hujan pada 14 April, sementara 15 April diperkirakan akan kering. Tes ini menggantikan uji coba ban yang sebelumnya dibatalkan di Bahrain karena alasan keamanan.
Sirkuit Nurburgring juga baru-baru ini menarik perhatian setelah Max Verstappen gagal meraih kemenangan dalam balapan GT empat jam karena kesalahan ban. Verstappen dikabarkan akan kembali ke "Green Hell" bulan depan untuk menghadapi balapan ikonik 24 Hours of Nurburgring dengan mobil Mercedes GT3 berlivery Red Bull.