Formula 1 Bahas GP Australia di Tengah Pemboman Timur Tengah

Formula 1 membahas Grand Prix Australia 2026 di tengah gelombang pemboman di Timur Tengah yang memengaruhi agenda pramusim.

Pejabat Formula 1 (F1) memberikan pernyataan terkait penyelenggaraan Grand Prix (GP) Australia 2026. Hal ini menyusul adanya pemboman di Timur Tengah yang berdampak pada agenda pramusim.

Seri musim 2026 rencananya akan dibuka di Melbourne pada pekan depan. Pembalap McLaren, Lando Norris, akan berupaya mempertahankan gelarnya.

Namun, karena situasi keamanan yang tidak kondusif di Timur Tengah, satu agenda penting jelang pembukaan seri terpaksa dibatalkan.

Uji coba ban Pirelli selama dua hari di Sirkuit Internasional Sakhir, Bahrain, ditunda karena meningkatnya ketegangan dan serangan rudal. Padahal, tes ini dirancang untuk mengumpulkan data pengembangan kompon ban basah.

Pirelli dalam keterangannya kepada RacingNews365 menyampaikan, pembatalan dilakukan demi alasan keamanan menyusul perkembangan situasi internasional.

"Seluruh personel Pirelli yang saat ini berada di Manama dalam keadaan aman di hotel mereka. Perusahaan sedang bekerja untuk memastikan keselamatan mereka dan mengatur kepulangan mereka ke Italia dan Inggris sesegera mungkin," lanjut pernyataan Pirelli.

Dampak Konflik Timur Tengah ke F1

Ketegangan meningkat setelah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran. Sejumlah pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Bahrain menjadi sasaran serangan balasan.

Situasi ini berdampak pada perubahan rencana perjalanan personel F1 menuju Australia. Penutupan bandara besar seperti Dubai dan Doha menyebabkan pengalihan penerbangan melalui Hong Kong dan Singapura.

Penyesuaian Rencana F1

Otoritas F1 dapat kembali menyesuaikan rencana jika konflik berlanjut.

Seorang juru bicara F1 mengatakan kepada The Sun, tiga balapan berikutnya berada di Australia, China, dan Jepang, bukan di Timur Tengah.

"Seperti biasa, kami memantau secara ketat setiap situasi seperti ini dan bekerja sama erat dengan otoritas terkait," lanjutnya.

Grand Prix Bahrain dijadwalkan pada 12 April, sepekan sebelum Grand Prix Arab Saudi di Jeddah. Sementara itu, Grand Prix Qatar dan Grand Prix Abu Dhabi akan digelar pada akhir musim, masing-masing pada 29 November dan 6 Desember.

Insiden serupa pernah terjadi pada 2022 saat Grand Prix Arab Saudi, ketika serangan rudal menghantam fasilitas minyak Aramco yang berjarak sekitar 16 kilometer dari sirkuit. Latihan sempat tertunda, tetapi balapan tetap digelar setelah pertemuan darurat.

Recommended