Fotovolia Lahirkan Casevolia, Casing Premium dari Komunitas Fotografi

Komunitas fotografi mobile, Fotovolia, meluncurkan Casevolia, casing premium untuk smartphone. Lahir dari diskusi mendalam dan pengalaman anggota.

Fotovolia, sebuah komunitas fotografi mobile di Indonesia, meluncurkan produk fisik bernama Casevolia. Komunitas ini berawal dari kegiatan hunting foto bersama ke berbagai kota dengan menggunakan smartphone.

Yang menyatukan mereka adalah hobi mencoba berbagai kamera smartphone dan menghasilkan foto serta video terbaik. Trip pertama diadakan pada Juli 2024, sekaligus mengajak dua pemenang kontes fotografi via Instagram.

Menurut Mohamad Fahmi, Tech Reviewer DroidLime dan anggota inti Fotovolia, komunitas ini bertujuan mengajak lebih banyak orang untuk berbagi pengetahuan tentang fotografi dan videografi mobile. Mereka ingin membuktikan bahwa foto bagus tidak selalu membutuhkan HP mahal.

Fotovolia juga berupaya membangun hubungan yang lebih erat dengan komunitasnya, melampaui interaksi virtual.

Sebagai komunitas yang berfokus pada fotografi dan videografi mobile, anggota Fotovolia sering membahas aspek teknis smartphone, seperti image processing, kalibrasi warna, serta sensor kamera.

Diskusi ini kemudian memunculkan ide untuk membuat produk sendiri, yaitu casing premium. Setelah mencoba ratusan casing dari berbagai merek, mereka melihat adanya celah yang bisa diisi oleh merek lokal.

Fahmi menjelaskan bahwa mereka memiliki ketertarikan khusus pada casing HP premium. Kesulitan mencari casing berkualitas untuk flagship Android selain Samsung dan iPhone di pasar lokal mendorong mereka untuk menciptakan produk sendiri. Awalnya, mereka fokus pada Samsung dan Apple, tetapi berencana menyediakan casing premium untuk flagship Android lainnya.

Casevolia lahir dari inspirasi Fotovolia, dengan kombinasi kata "Case", "Volition" (kehendak atau tekad), dan "Euphoria" (euforia), mencerminkan semangat komunitas untuk menciptakan sesuatu yang bermakna.

Anggota inti yang terlibat dalam Casevolia berasal dari DroidLime, Massmobi, iTechlife, K2G, serta Hendrix, seorang pengusaha aksesori mobile.

Proses Pembuatan Casevolia

Pengembangan Casevolia dilakukan dengan pendekatan sederhana namun teliti. Tim membuat konsep desain yang diinginkan dan mengirimkannya ke pabrik. Proses bolak-balik sampel dilakukan hingga detail dan finishing dianggap sempurna.

Fahmi menceritakan bahwa mereka sempat membatalkan pesanan casing untuk Vivo X300 Pro dan Oppo Find X9 Pro karena detail dan finishing sampel akhir tidak sesuai standar. "Mengingat keterbatasan waktu, kami memutuskan untuk cancel meski barang sudah siap. Kami tidak mau kompromi dengan kualitas hanya karena kejar momen," ungkap Fahmi.

Filosofi Casevolia

Sebagai komunitas fotografi mobile, Fotovolia sangat menghargai kamera smartphone. Oleh karena itu, perlindungan modul kamera menjadi fokus utama dalam desain Casevolia. "Mobile photography tidak terlepas dari kamera. Kamera adalah bagian paling penting yang harus dilindungi," tegas Fahmi.

Casevolia mengusung konsep silent luxury, terasa premium namun tetap sederhana. Material yang digunakan meliputi textured napa leather, matte surface, serta aksen brushed aluminum, memberikan kenyamanan dan pengalaman yang sesuai dengan harganya.

Target utama Casevolia adalah mereka yang mencari casing lebih dari sekadar pelindung HP, mengedepankan kualitas, desain simpel, dan ingin menjadi bagian dari komunitas Fotovolia.

Dari segi harga, Casevolia berada di kategori menengah ke atas, sesuai dengan posisinya sebagai casing premium lokal.

Meskipun baru dimulai dengan Samsung dan Apple, Casevolia berencana untuk hadir bagi flagship Android lainnya, serta mempertimbangkan segmen midrange.

Fotovolia dan Casevolia menjadi contoh bagaimana komunitas hobi dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar grup hunting foto, melainkan melahirkan produk yang memenuhi kebutuhan para penggunanya.

Bagi Mohamad Fahmi dan rekan-rekannya, Casevolia bukan hanya bisnis aksesori, melainkan wujud nyata dari passion mereka terhadap mobile photography dan bukti bahwa brand lokal mampu bersaing dengan kualitas premium.

Recommended