Di dunia MotoGP, para jurnalis memahami bahwa setiap pembalap memiliki karakter berbeda dalam memberikan jawaban saat diwawancarai.
Kewajiban berinteraksi dengan media adalah bagian penting dari seorang pembalap. Meski ada yang menikmati dan ada yang kurang suka, hal ini menjadi syarat bagi mereka yang ingin mencapai level tertinggi di dunia motorsport.
Beberapa pembalap justru membuat tugas jurnalis menjadi lebih menantang. Neil Hodgson, mantan pembalap MotoGP, menyebut Andrea Iannone sebagai sosok yang kurang menyenangkan untuk diajak berbicara karena kerap bersikap kasar.
Jurnalis MotoGP, Jack Appleyard, membagikan pengalamannya dalam podcast Motorsport Republica terkait dinamika wawancara di akhir pekan balapan.
Appleyard mengungkapkan bahwa Franco Morbidelli menjadi pembalap yang punya dinamika paling menarik dengannya. "Saya dan Frankie punya kepribadian yang cukup berbeda, dan kadang kami bisa berbenturan," ujar Appleyard.
Jawaban Singkat dan Tajam
Morbidelli dikenal dengan jawaban yang singkat, tajam, dan terkadang menjebak. "Frankie bisa sangat pendek dan to the point. Kalau Anda bertanya dengan pertanyaan tertutup seperti, ‘Frankie, ini hari yang bagus, bukan?’ Dia hanya akan menjawab, ‘Ya’,” lanjutnya.
Meski demikian, Appleyard menilai karakter tersebut bisa menjadi keuntungan jika dikelola dengan baik. “Ada momen-momen di mana itu bisa menguntungkan. Saya pernah dapat cuplikan wawancara yang bagus dengannya,” ungkap Appleyard.
Momen Menarik dengan Morbidelli
Appleyard menceritakan momen saat masa depan Morbidelli di Yamaha belum jelas. Saat itu Morbidelli baru saja meraih hasil positif.
“Saya bilang, ‘Hasil ini pasti bagus untuk masa depanmu bersama Yamaha.’ Dia langsung menjawab, ‘Siapa bilang saya mau bertahan di Yamaha?’”
Appleyard pun menimpali, “Ya, memangnya kamu mau?”
“Dia hanya menatap kamera dan berkata, ‘Tanya Lin [Jarvis],’” kenang Appleyard sambil tertawa. “Itu interaksi yang hebat. Jadi ya, kadang Frankie bisa sangat menyenangkan," tutupnya.