Kehadiran Simon Grayson sebagai asisten pelatih diharapkan dapat meningkatkan performa Timnas Indonesia. Pengalaman luas Grayson diharapkan bisa menjadi nilai tambah bagi tim yang tengah berupaya bangkit setelah gagal di Piala Dunia 2026.
John Herdman kini memiliki asisten dengan rekam jejak yang mengesankan, yaitu Simon Grayson. Lebih tua enam tahun dari Herdman, Grayson dikenal di Liga Inggris.
Ronny Pangemanan, pengamat sepak bola nasional, mengatakan melalui kanal YouTube pribadinya Bung Ropan, "John Herdman nantinya akan didampingi asisten pelatih Simon Grayson, asal Inggris, berusia 56 tahun, punya pengalaman yang saya pikir luar biasa sebagai seorang pelatih sebelumnya."
Pangemanan menambahkan bahwa Grayson antusias dengan peran barunya. "Dia siap, dia senang mendapatkan jabatan sebagai asisten pelatih John Herdman di Timnas Indonesia untuk menghadapi FIFA Series. Pengalaman baru baginya dan dia bersyukur untuk kesempatan bekerjasama dengan sahabatnya, John Herdman," imbuhnya.
Menurut Ropan, sapaan akrab Ronny Pangemanan, Grayson bukanlah pelatih tanpa pengalaman. Kiprahnya di sejumlah klub Inggris menjadi bukti kualitasnya.
Ropan menuturkan, "Ini pelatih tidak main-main. Kalau bisa bicara pengalaman, Simon Grayson ini pernah menukangi empat tim dan membawa mereka promosi dari Championship ke Premier League, yakni Blackpool, Leeds United, Huddersfield Town, dan Preston North End. Satu hal yang sangat baik tentunya."
Ropan menambahkan bahwa Grayson sangat antusias mendampingi Herdman. "Yang paling penting, Simon Grayson ingin sekali untuk mendampingi John Herdman. Berterima kasih dan sukacita sekali, kegembiraan Simon Grayson memulai karier barunya bersama John Herdman," tambahnya.
Tantangan Baru
Menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia merupakan tantangan tersendiri bagi Grayson. Ia tentu tak ingin melewatkan kesempatan berharga ini, terutama karena masyarakat Indonesia menantikan kebangkitan tim nasional.
Ropan menjelaskan, "Dia dengan segenap hati akan membantu kinerja John Herdman untuk mengangkat kembali bagaimana pamor sepak bola Indonesia yang tahun lalu agak tenggelam karena gugur di putaran keempat Pra Piala Dunia 2026 zona Asia."
"Sekarang adalah waktu yang tepat, ketika Indonesia memulai dari 2026 dengan pelatih baru. Tentunya ada semangat baru dan semua adalah asisten-asisten yang sangat piawai," pungkas Ropan.