Gianluca Prestianni Diskors UEFA Akibat Dugaan Rasisme

Gianluca Prestianni, pemain muda Benfica, diskors sementara oleh UEFA atas dugaan tindakan rasisme terhadap Vinícius Junior.

Gianluca Prestianni, pemain muda Benfica, menghadapi skorsing sementara dari UEFA. Skorsing ini merupakan buntut dari dugaan lontaran kata-kata rasis yang ditujukan kepada bintang Real Madrid, Vinícius Junior.

Insiden ini terjadi dalam laga leg pertama knockout play-off Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid, yang dimenangkan Real Madrid dengan skor 1-0. Pertandingan tersebut diwarnai ketegangan, dan Vinícius menjadi sasaran tindakan rasis yang diduga dilakukan oleh Prestianni.

Vinícius Júnior melaporkan insiden tersebut kepada ofisial pertandingan. Akibatnya, pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit sesuai dengan protokol anti-rasisme UEFA.

Kylian Mbappe, rekan setim Vinicius, mengklaim mendengar Prestianni menyebut Vinícius dengan sebutan "monkey" sebanyak lima kali. Tuduhan ini memicu reaksi keras dari pihak Real Madrid.

Menanggapi tuduhan tersebut, Vinícius merilis pernyataan di media sosial yang menyebut pelaku rasisme sebagai pengecut. Ia juga menegaskan pentingnya melawan rasisme dalam sepak bola.

Prestianni sendiri membantah tuduhan telah melontarkan ujaran rasis kepada Vinícius. Namun, laporan ESPN menyebutkan bahwa Prestianni mengakui kepada UEFA telah mengucapkan hinaan homofobik, bukan rasis.

UEFA menjatuhkan skorsing sementara kepada Prestianni menjelang pertandingan berikutnya melawan Real Madrid. UEFA menyatakan bahwa skorsing ini bersifat sementara dan tidak mengindikasikan bahwa pemain tersebut bersalah.

Langkah ini diambil untuk menjaga integritas kompetisi selama investigasi berlangsung. UEFA menyatakan bahwa sanksi tambahan mungkin dijatuhkan setelah penyelidikan selesai.

Absennya Prestianni menjadi kerugian bagi Benfica, terutama dalam laga krusial melawan Real Madrid. Sementara itu, Real Madrid kembali menjadi sorotan terkait isu rasisme terhadap pemainnya.

Recommended