Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, resmi mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pelatnas PP PBSI) pada Jumat (15/5/2026).
Pengunduran diri ini disetujui setelah adanya komunikasi intensif antara atlet asal Wonogiri tersebut dengan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian serta kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI, Imam Tohari.
Dilansir dari Bola, proses pemulihan dari penyakit vertigo yang berkelanjutan menjadi penyebab utama sang atlet mengambil keputusan tersebut demi kesehatan dirinya.
Hingga saat ini, kondisi kebugaran peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu belum pulih seutuhnya, sehingga ia merasa belum memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk kembali bertanding di lapangan.
Melalui surat resminya, atlet berusia 26 tahun itu menyatakan apresiasi yang mendalam atas bimbingan, kesempatan, serta kepercayaan yang ia peroleh selama 12 tahun menjadi bagian dari skuad nasional.
Pihak federasi menyikapi keputusan ini dengan penuh rasa hormat dan memahami bahwa langkah pengunduran diri tersebut diambil melalui pertimbangan yang sangat matang.
"Selama menjadi bagian dari Pelatnas, Gregoria telah memberikan kontribusi besar bagi prestasi bulutangkis Indonesia di level internasional. Dedikasi, semangat juang, dan profesionalismenya menjadi inspirasi bagi generasi atlet muda Indonesia," tulis PBSI.
Organisasi induk bulutangkis nasional tersebut juga mendoakan kelanjutan karier sang pemain agar dapat segera mencapai pemulihan total dalam waktu dekat.
"PP PBSI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan perjuangan Gregoria selama membela Merah Putih di berbagai ajang internasional. PBSI juga mendoakan agar Gregoria dapat segera pulih sepenuhnya dan terus meraih kesuksesan di masa mendatang." tulis PBSI.
Catatan prestasi terbaik sang atlet selama berkiprah di dunia tepok bulu internasional di antaranya adalah kesuksesan memenangi kejuaraan Spain Masters 2025 dan Japan Masters 2023.
“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” imbuh Eng Hian.
Sebelumnya pada tingkat junior, ia juga mengukir sejarah sebagai tunggal putri Indonesia pertama yang berhasil merebut gelar Juara Dunia Junior BWF pada tahun 2017 silam.