Persaingan ketat menjelang akhir musim membuat gelandang Manchester City, Phil Foden, mengalihkan fokus penuh untuk membantu timnya. Pemain timnas Inggris ini bertekad memberikan kontribusi maksimal dalam setiap kesempatan yang diberikan oleh manajer Pep Guardiola menjelang pekan terakhir musim 2025/2026.
Perjalanan performa sang gelandang pada musim ini sempat mengalami fluktuasi, terutama dengan berkurangnya menit bermain sejak awal tahun. Namun, kontribusi penting tetap diperlihatkan, seperti saat masuk dari bangku cadangan ketika menang 3-0 atas Brentford, yang berlanjut dengan performa solid dalam kemenangan 3-0 melawan Crystal Palace di Etihad Stadium, seperti dikutip dari Bola.
Dalam pertandingan kontra Crystal Palace, umpan tumit yang ia lepaskan berbuah gol pembuka oleh Antoine Semenyo. Catatan tersebut sekaligus menggenapi pencapaian 100 keterlibatan gol miliknya di kompetisi Liga Inggris.
Mengenai penampilannya yang terbagi dalam dua periode berbeda, Phil Foden mengakui adanya penurunan, namun ia memilih untuk tetap menjaga kepercayaan diri dan konsistensi kerja keras.
"Dua sisi yang berbeda. Paruh pertama musim berjalan sangat baik, paruh kedua sedikit menurun, itu terjadi pada banyak pesepak bola," ujar Foden.
"Anda harus terus melangkah dan tetap percaya pada diri sendiri."
Bagi pemain berusia 25 tahun tersebut, kepentingan kolektif klub selalu berada di atas ambisi pribadi di atas lapangan.
"Saya pemain tim, saya mencoba membantu tim semaksimal mungkin dan saya selalu siap membantu kapan pun mendapat kesempatan," ujar Foden.
"Butuh semua pemain untuk memenangkan gelar. Pada hari Rabu saya mendapat kesempatan bermain, dan saya senang bisa membantu tim."
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kedalaman materi pemain yang dimiliki The Citizens saat ini dan memilih bersabar sembari terus berlatih keras.
Menghadapi Delapan Hari Penentu
Skuad asuhan Pep Guardiola kini berada di fase krusial dengan delapan hari yang akan menentukan hasil akhir perjuangan mereka sepanjang musim. Manchester City dijadwalkan bersua Chelsea pada partai final Piala FA di Stadion Wembley akhir pekan ini.
Setelah melakoni laga final tersebut, Manchester City masih menyisakan dua pertandingan pamungkas di Liga Inggris dengan menghadapi Bournemouth dan Aston Villa.
Saat ini Manchester City menempati posisi kedua dan tertinggal dua poin dari Arsenal yang berada di puncak klasemen. Meski demikian, peluang untuk mempertahankan gelar juara dinilai masih terbuka sangat lebar.
Persaingan Ketat Perebutan Takhta
Ketatnya persaingan di kasta tertinggi sepak bola Inggris musim ini diakui karena lonjakan kualitas yang ditunjukkan oleh hampir seluruh tim kontestan.
"Tidak ada pertandingan mudah di Liga Inggris. Lihat tim-tim papan bawah sekarang, mereka berkembang sepanjang musim, jadi Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi," ujar Foden.
Dinamika perebutan takhta juara liga diprediksi masih bisa menghadirkan kejutan hingga pertandingan terakhir selesai dimainkan.
"Kami sudah melihat begitu banyak perubahan dalam perburuan gelar baru-baru ini dan itu bisa terjadi lagi. Kami hanya harus melakukan bagian kami, fokus pada diri sendiri, dan melihat hasil akhirnya nanti," ujarnya.
"Apa pun bisa terjadi, masih ada peluang, kami harus terus percaya," lanjutnya.
Selain fokus pada kompetisi domestik utama, gelar alternatif lain juga menjadi bidikan serius yang ingin diselesaikan dengan trofi.
"Kami masih punya Piala FA untuk dimenangkan, jadi masih banyak yang harus diperjuangkan."