Persiapan Kota Guadalajara sebagai tuan rumah FIFA World Cup 2026 terus dilakukan. Namun, di balik persiapan tersebut, kota ini masih menghadapi persoalan sosial yang pelik.
Wilayah Jalisco menjadi sorotan karena tingginya angka kasus orang hilang di Meksiko. Data resmi mencatat 12.575 orang dilaporkan hilang, dengan mayoritas kasus berasal dari wilayah metropolitan Guadalajara.
Kondisi ini kontras dengan semangat menyambut Piala Dunia. Kota ini bersiap menjadi tuan rumah pesta sepak bola dunia, sementara banyak keluarga masih mencari anggota keluarga mereka yang hilang.
Menurut akademisi Universitas Guadalajara, Carmen Chinas, banyak orang hilang diduga akibat perekrutan paksa oleh kelompok kriminal. Hal ini mendorong keluarga korban untuk melakukan pencarian mandiri.
Dalam beberapa tahun terakhir, keluarga yang kehilangan anggota keluarganya telah menemukan ratusan kuburan rahasia. Mereka melakukan pencarian sendiri di berbagai lokasi dengan harapan menemukan jejak orang yang mereka cari.
Situasi keamanan dan sosial di Guadalajara menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga terkait penyelenggaraan Piala Dunia.
Pengawas jaringan kamera keamanan kota, Juan Carlos Contreras, mengatakan bahwa aksi protes dari warga sangat mungkin terjadi, terutama dari keluarga korban yang merasa pemerintah belum memberikan solusi nyata.
Atmosfer kota menjelang turnamen terasa tidak sepenuhnya kondusif karena banyak keluarga masih terus melakukan pencarian secara mandiri.
Sebagian aktivis bahkan menyuarakan kekecewaan atas penunjukan Guadalajara sebagai tuan rumah Piala Dunia. Bagi mereka, situasi di kota tersebut masih jauh dari kata layak untuk dirayakan.
Seorang warga bernama Carmen Ponce, yang kehilangan saudaranya pada 2020, mengungkapkan ironi situasi ini: "Saya tidak merasa ada yang perlu dirayakan. Situasinya terasa sangat ironis."
Ia menggambarkan kontras antara perayaan gol dan pertandingan dengan perjuangan keluarga mencari anggota keluarga yang hilang.
Dampak Ekonomi Mulai Terasa
Sektor ekonomi lokal juga mulai merasakan dampak dari situasi ini. Seorang pemandu wisata, Missael Robles, mengaku harus membatalkan puluhan tur sejak kekerasan terbaru terjadi.
Menurutnya, dampak ekonomi dari situasi ini cukup besar bagi sektor pariwisata yang sebenarnya berharap mendapatkan keuntungan dari Piala Dunia.
Aparat keamanan juga menemukan beberapa properti yang diduga digunakan kelompok kriminal tidak jauh dari Estadio Akron, stadion yang akan menjadi venue pertandingan Piala Dunia.
Dalam salah satu operasi, jaksa negara bagian menggerebek sebuah rumah yang berjarak kurang dari dua kilometer dari kompleks stadion dan menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kasus penculikan.
Kekhawatiran terbesar sebagian warga adalah keselamatan para wisatawan yang datang nanti. Jose Raul Servin, yang telah mencari anaknya sejak 2018, berharap tidak ada kejadian serupa menimpa orang lain.
“Kami tidak ingin sesuatu terjadi pada mereka seperti yang terjadi pada kami,” ujarnya.
Ia juga mengenang bahwa anaknya adalah penggemar sepak bola dan pasti akan sangat bahagia melihat Piala Dunia digelar di kotanya jika masih ada.