Manchester City harus kembali memupus impian meraih gelar Liga Champions setelah disingkirkan Real Madrid. Menanggapi kekalahan tersebut, manajer Pep Guardiola tetap optimistis dan menyoroti beberapa kelemahan timnya.
Guardiola menjanjikan bahwa Man City akan kembali lebih kuat pada musim depan. Ini menjadi kekalahan keempat dalam lima tahun terakhir bagi The Citizens dari klub asal Spanyol di kompetisi yang sama.
Menurut Guardiola, timnya telah menunjukkan semangat juang yang tinggi. "Setelah 3-0, lalu menjadi 4-0 dan bermain 10 melawan 11, itu hampir mustahil. Tapi, masa depan akan cerah dan musim depan kami akan kembali," ujar Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyinggung soal proses adaptasi timnya dengan banyaknya pemain baru. Ia mengakui bahwa selalu ada tantangan dalam olahraga. "Kami belajar, banyak pemain yang baru… tapi, dalam olahraga, selalu ada tantangan. Kami pulang dengan perasaan tidak bisa memainkan pertandingan yang semestinya, 10 melawan 11, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi," imbuhnya.
Guardiola mengakui keunggulan Real Madrid dalam pertandingan tersebut. "Hari ini, agregat 5-1, kami ucapkan selamat untuk Madrid, tetapi saya menyukai cara kami memulai pertandingan dan ingin melihat laga berjalan 11 lawan 11. Namun, dalam sepak bola, hal seperti ini bisa terjadi. Madrid adalah tim luar biasa yang akan menghukum Anda ketika melakukan kesalahan," lanjutnya.
Usai hasil imbang melawan West Ham United dan dua kekalahan dari Madrid, Man City harus segera bangkit untuk menghadapi final Carabao Cup melawan Arsenal. Guardiola juga secara terbuka mengakui bahwa timnya belum mencapai level ideal. "Ketika kami tersingkir dari Liga Champions dan melihat posisi kami di Premier League, kami masih belum menjadi tim yang komplet. Itu kenyataannya, saya tidak akan menyangkal," katanya.
Ia juga menegaskan fokus ke depan, termasuk perencanaan untuk musim berikutnya. "Kami harus menyiapkan keputusan yang tepat untuk musim depan, dan musim depan kami akan kembali ke Liga Champions. Itu yang harus kami lakukan."
Pernyataan Guardiola soal "musim depan" memicu spekulasi tentang masa depannya. Saat ditanya apakah itu berarti ia akan tetap bertahan, Guardiola menjawab tegas. "Saya mengatakan 'kami akan kembali', karena saya bagian dari itu. Seperti saat di Barcelona dan Bayern Munich, ketika saya di sana, saya bagian dari tim tersebut," jawab Guardiola. "Saya sangat terikat dengan klub ini, dengan organisasi ini, karena sudah satu dekade bersama. Ketika saya mengatakan 'kami', itu karena saya bagian dari itu," jelasnya.