Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan respons tajam ketika ditanya mengenai kans Arsenal untuk meraih quadruple musim ini. Ia bahkan menyatakan bahwa dirinya pernah mencapai hal serupa, meskipun menurutnya media terkesan mengabaikannya.
Arsenal saat ini berambisi meraih quadruple, yang mencakup empat gelar utama: Premier League, Liga Champions, Piala FA, dan Carabao Cup. Hingga saat ini, belum ada tim Inggris yang mampu menyapu bersih keempat trofi tersebut dalam satu musim.
Guardiola tampak kurang tertarik untuk membahas potensi keberhasilan Arsenal, terutama karena pertanyaan tersebut muncul menjelang final Carabao Cup antara Arsenal dan timnya, serta setelah ambisi Man City meraih empat gelar musim ini kandas usai dikalahkan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions.
Dalam konferensi pers, seorang jurnalis bertanya kepada Guardiola tentang sulitnya meraih empat trofi dalam satu musim, menyinggung keberhasilan Man City meraih treble. Guardiola menjawab dengan menyebutkan bahwa timnya juga pernah meraih quadruple.
Pernyataan Guardiola merujuk pada musim 2018/19, ketika Man City meraih empat trofi domestik: Premier League, Piala FA, Carabao Cup, dan Community Shield. Namun, pada musim yang sama, mereka tersingkir di perempat final Liga Champions oleh Tottenham Hotspur.
"Saya tahu itu tidak dianggap bergengsi, setidaknya menurut kalian, tapi kami melakukannya," kata Guardiola.
Status Community Shield memang sering diperdebatkan. Kompetisi pembuka musim ini mempertemukan juara liga dengan pemenang Piala FA, dan sering dianggap berada di wilayah abu-abu antara laga kompetitif dan semi-persahabatan.
"Ketika Manchester City memenangkan Community Shield, itu bukan trofi," kata Guardiola dalam kesempatan sebelumnya. "Ketika tim lain yang memenangkannya, itu dianggap trofi," cetusnya.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, juga memiliki pandangan serupa terhadap pentingnya trofi tersebut, kemungkinan dipengaruhi masa kerjanya sebagai asisten Guardiola di Man City. Keduanya kini telah menempuh jalan berbeda sejak Arteta mengambil alih Arsenal pada 2019.
Hubungan Guardiola dan Arteta
Guardiola mengakui bahwa hubungannya dengan Arteta kini berbeda karena faktor jarak dan kesibukan.
"Saya tidak punya waktu untuk pergi ke London, dan saya rasa dia juga tidak punya waktu untuk datang ke Manchester," kata Guardiola.
"Dulu saat kami bersama di sini (Man City), kami bertemu lima atau enam jam setiap hari, jadi hubungan itu benar-benar berbeda setelah lima atau enam tahun dia di London," ungkapnya.
Arteta pun mengamini perubahan tersebut, tetapi menegaskan rasa hormatnya kepada Guardiola tidak pernah berubah.
"Perasaan saya tidak berubah sama sekali," kata Arteta.
"Yang berubah adalah kami tidak lagi bersama, kami tidak bisa menghabiskan waktu bersama dan itu penting bagi hubungan kami. Tapi, itu bukan yang paling penting karena apa yang saya rasakan tentang dia, waktu yang kami habiskan bersama, apa yang dia lakukan untuk saya, dan inspirasi yang dia berikan sejak saya kecil, itu tidak akan pernah berubah," tutur Arteta.