Klub sepak bola NAC Breda mengajukan gugatan hukum dalam persidangan di pengadilan Utrecht pada Selasa (28/4/2026) untuk menuntut pengulangan laga melawan Go Ahead Eagles. Gugatan ini dipicu oleh penggunaan pemain Go Ahead Eagles, Dean James, yang dinilai tidak memenuhi syarat administratif saat kedua tim bertanding.
Dilansir dari Bola, sengketa ini bermula dari kekalahan telak 0-6 yang dialami NAC Breda dari Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. Dean James, yang berposisi sebagai bek, diketahui telah berpindah kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sebelum laga tersebut berlangsung.
Status kewarganegaraan baru tersebut berdampak pada hilangnya izin kerja dan izin tinggal James secara otomatis di Belanda. Akibat kendala administrasi ini, NAC Breda memiliki bukti kuat bahwa sang pemain ilegal untuk dimainkan dalam kompetisi profesional saat itu.
Manajer Umum NAC Breda, Remco Oversier, menegaskan langkah hukum ini diambil demi keadilan dan kepentingan klub yang sedang berjuang di zona degradasi. Saat ini, NAC Breda berada di peringkat ke-17 klasemen Eredivisie dengan perolehan 25 poin.
"Ini bukan tindakan yang simpatik. Tetapi saya berdiri di sini demi kepentingan NAC dan ingin mengikuti aturan," kata Remco Oversier, Manajer Umum NAC Breda di pengadilan Utrecht.
Kubu KNVB melalui dewan kompetisi, Marianne van Leeuwen, menyatakan kekhawatiran terhadap potensi kekacauan jika gugatan ini dikabulkan. Menurut pihak federasi, kemenangan NAC Breda dapat memicu gelombang keberatan dari klub-klub lain yang merasa dirugikan dalam situasi serupa.
Pengacara KNVB menyebutkan ada sekitar 133 pertandingan di Eredivisie yang berpotensi memiliki masalah administrasi serupa terkait status pemain. Federasi menolak anggapan adanya kelalaian karena data kewarganegaraan merupakan informasi privasi yang sensitif bagi pemain dan klub pemberi kerja.
Hakim pengadilan Utrecht telah mendengarkan argumen dari kedua belah pihak dan menjadwalkan pembacaan putusan ringkas pada Senin (4/5/2026). Putusan ini menjadi krusial mengingat kompetisi kasta tertinggi Liga Belanda tersebut hanya menyisakan tiga pertandingan terakhir musim ini.