Joan Mir Puas Simulasi Sprint MotoGP Sepang, Soroti Ducati

Joan Mir puas dengan simulasi Sprint di tes MotoGP Sepang, tetapi mengakui Ducati masih lebih unggul dalam hal kecepatan.

Joan Mir menyatakan kepuasannya terhadap simulasi Sprint yang dijalaninya pada hari terakhir tes pramusim MotoGP di Sepang. Meski begitu, perbandingan dengan kecepatan para pembalap Ducati memunculkan catatan penting.

Pembalap Honda tersebut sempat mencuri perhatian pada hari kedua tes dengan catatan waktu 1 menit 56 detik dalam sesi time attack, yang menempatkannya di posisi puncak timesheet harian dan finis kelima secara keseluruhan.

Gambaran sesungguhnya terlihat pada hari terakhir, ketika mayoritas pembalap papan atas menjalani simulasi balapan Sprint. Di momen ini, perbedaan antara Honda dan Ducati terlihat makin jelas.

"Simulasinya bagus, tapi kalau melihat kecepatan para pembalap Ducati, terutama Alex (Marquez), kami masih jauh," ujar Mir.

Mir mengakui adanya peningkatan dibandingkan musim lalu. Ia mampu konsisten di kisaran 1 menit 58 detik hampir sepanjang simulasi, sampai dua atau tiga lap terakhir. Menurutnya, Ducati kembali membuat langkah maju di pramusim ini dan sangat kuat.

Perbandingan dengan simulasi Ducati mengungkapkan selisih signifikan. Jika lap terakhir Mir dihapus agar jaraknya sama-sama 10 lap, selisihnya mencapai 9,096 detik dari Alex Marquez. Jarak tersebut setara posisi keenam pada Sprint Race MotoGP Sepang, Oktober lalu.

Alex Marquez, yang kini membela Gresini dengan motor spek pabrikan, juga mencuri perhatian lewat catatan 1 menit 57,295 detik di awal simulasi Sprint-nya.

"Itu hampir seperti time attack!" kata Mir.

Mir menjelaskan kesulitan mempertahankan waktu tersebut dalam jarak panjang dengan motor Honda. Jika ia mencatatkan waktu seperti itu, lap berikutnya bisa menjadi 2 menit 01 detik karena ban akan benar-benar habis. Hal ini sering terjadi saat time attack.

Mir menyebut RC213V versi terbaru sebagai motor yang "sedikit lebih baik di semua area". Evolusi kecil di banyak sektor membantu peningkatan dan pencatatan waktu lap yang lebih baik, meskipun tidak ada satu area yang melonjak drastis.

Ketika ditanya soal kelemahan utama motor Honda saat ini, juara dunia MotoGP 2020 itu menjawab dengan lugas.

"Grip. Kami masih sangat tertinggal," tegas Mir.

Menurutnya, grip adalah satu-satunya hal yang harus lebih difokuskan. Dengan grip yang lebih baik, kontrol spin lebih baik, degradasi ban lebih kecil, dan itu memengaruhi segalanya.

Honda tidak sempat melakukan time attack murni pada hari terakhir tes karena ada beberapa komponen yang tidak bekerja dengan baik, sehingga program harus disesuaikan.

Mir tetap optimistis jika balapan digelar dalam waktu dekat. Ia merasa bisa bersaing untuk posisi lima besar, mungkin empat besar, tetapi tidak lebih dari itu.

Rekan setim Mir, Luca Marini, menjadi pembalap Honda terbaik berikutnya dengan menutup tes di posisi ke-13 secara keseluruhan.

Tes pramusim terakhir MotoGP akan digelar di Buriram pada 21-22 Februari. Setelah itu, Honda harus menentukan spesifikasi mesin final untuk musim 2026, menyusul perubahan status konsesi mereka dari peringkat D ke C.

Sumber: Crash

Recommended