Manajer Barcelona, Hansi Flick, mengakui bahwa mencari penerus Robert Lewandowski merupakan tugas berat bagi timnya. Dirinya menilai Blaugrana bakal kesulitan menemukan sosok penyerang ideal yang sepadan dengan ketajaman pemain asal Polandia tersebut.
Momen perpisahan sang striker veteran terjadi saat Barcelona menutup laga kandang musim 2025/2026 dengan sempurna. Seperti dikutip dari Bola, raksasa Catalan sukses menundukkan Real Betis dengan skor 3-1 pada Senin dini hari WIB, 18 Mei 2026.
Kemenangan tersebut mengantarkan Barcelona mengukir sejarah baru di La Liga. Mereka menjadi satu-satunya tim yang berhasil menyapu bersih seluruh laga kandang dengan kemenangan dalam satu musim, meski harus bermain di tiga stadion berbeda yakni Estadi Johan Cruyff, Estadi Olimpic Lluis Companys, dan Spotify Camp Nou.
Pertandingan ini menjadi panggung emosional bagi Lewandowski yang telah dipastikan akan meninggalkan klub pada akhir musim. Mantan penyerang Bayern Munich itu tampak berkaca-kaca saat ditarik keluar lapangan pada menit ke-85, sembari berulang kali berdiri dari bangku cadangan untuk melambaikan tangan kepada suporter di Stadion Camp Nou.
Sejak mendarat di Spanyol pada 2022, Lewandowski menjadi pilar penting saat Barcelona melewati masa transisi pasca-kepergian Lionel Messi. Selama empat musim pengabdiannya, ia sukses mempersembahkan tiga gelar La Liga, satu trofi Copa del Rey, serta tiga gelar Supercopa de Espana.
Selepas pertandingan, Hansi Flick memberikan pandangannya mengenai prosesi perpisahan sang penyerang sekaligus memetakan kriteria nomor sembilan yang dibutuhkan tim di masa depan.
"Saya pikir itu adalah perpisahan yang sempurna. Sangat emosional. Terlihat jelas bahwa dia memiliki Barca di hatinya. Saya sangat berterima kasih kepada Robert. Dia adalah pribadi yang luar biasa dan pemain kelas dunia," ujar Flick.
"Dalam 20 tahun terakhir, dia adalah nomor sembilan terbaik di dunia dan tidak akan mudah mencari penggantinya. Kami membutuhkan nomor sembilan yang terhubung dengan tim, tetapi yang paling penting adalah mampu mencetak gol," imbuh Flick.
Alasan Ikatan Emosional di Barcelona
Juru taktik asal Jerman itu juga mengungkapkan alasan mengapa para profesional asing seperti dirinya dan Lewandowski bisa menaruh kecintaan yang besar terhadap Barcelona dalam waktu singkat.
"Dari sudut pandang saya, ada kepercayaan terhadap pekerjaan yang Anda lakukan. Tidak ada yang mengatur atau menekan Anda: mereka percaya kepada Anda. Hubungan antarpemain juga luar biasa," kata Flick.
"Barca adalah klub terbaik di dunia dan masyarakat Barcelona sangat luar biasa. Setiap hari ketika saya berjalan di jalanan, orang-orang sangat ramah. Itu datang dari hati mereka, Anda bisa merasakannya. Luar biasa. Itulah mengapa orang-orang mencintai Barcelona. Dan juga klub ini, tempat semua orang bekerja dengan hati," imbuh dia.