Harga emas mengalami koreksi akibat kekhawatiran investor terhadap konflik antara AS dan Israel dengan Iran. Pada Minggu, 22 Maret 2026, harga emas Antam tercatat Rp 2.893.000 per gram, tidak berubah sejak Jumat, 20 Maret 2026, setelah sebelumnya turun tajam Rp 103.000.
Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, penurunan harga emas disebabkan investor yang beralih ke dolar AS sebagai safe haven akibat situasi di Timur Tengah. Minimnya komentar dari pemimpin Iran memperkuat alasan investor meninggalkan logam mulia.
"Sehingga membuat para investor kembali meninggalkan logam mulia. Mereka untuk saat ini beralih ke dolar sebagai safe haven. Karena Iran sedang kekosongan pemimpin. Walaupun sudah ada pemimpin pun, tetapi pemimpin tersebut tidak mau berkomentar karena ada ketakutan daerahnya itu akan kelihatan dan akan diserang kembali," terangnya saat dihubungi detikcom, Minggu (22/3/2026).
Namun, Ibrahim justru menyarankan investor untuk memanfaatkan momen ini untuk membeli emas. Ia memprediksi harga emas akan kembali menguat menjelang akhir Maret 2026.
Ibrahim menambahkan, emas tetap menjadi instrumen investasi yang baik untuk menjaga nilai uang. Ia bahkan memperkirakan harga emas berpotensi menembus Rp 3,5 juta hingga akhir tahun.
"Sebenarnya pada saat terjadi koreksi terhadap logam mulia, ini kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian. Karena kemungkinan besar (harganya naik) menjadi Rp 3,5 juta sampai akhir tahun, dan ini momentum yang paling bagus bagi masyarakat," ungkapnya.