Pasar otomotif Indonesia mencatatkan penurunan harga yang tajam untuk unit bekas Hyundai Ioniq 5 per Kamis, 23 April 2026. Depresiasi nilai jual kendaraan listrik ini terpantau menyentuh angka Rp300 jutaan hingga Rp400 jutaan untuk model produksi tahun 2022 hingga 2024.
Lonjakan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan memicu ketersediaan unit bekas yang semakin beragam di pasaran. Dilansir dari Medcom, penurunan harga ini tergolong signifikan karena nilai jualnya menyusut hampir separuh dari harga retail unit baru saat pertama kali diluncurkan.
Data pasar menunjukkan varian Signature Long Range keluaran tahun 2023 saat ini ditawarkan pada rentang harga Rp400 juta hingga Rp700 jutaan. Fluktuasi harga tersebut sangat bergantung pada kondisi fisik kendaraan, kesehatan baterai, serta kelengkapan dokumen pendukung.
Untuk unit dengan usia pemakaian lebih lama, yakni produksi tahun 2022-2023, estimasi harga berada di kisaran Rp400 juta sampai Rp600 jutaan. Sementara itu, unit tahun muda atau produksi 2024 mulai ditemukan dengan label harga mulai dari Rp400 jutaan hingga di atas Rp600 jutaan.
Perbedaan harga pada unit tahun 2024 tersebut sangat dipengaruhi oleh pemilihan tipe kendaraan, baik varian Prime maupun varian tertinggi Signature. Hyundai Ioniq 5 sendiri masih menjadi salah satu model yang paling banyak dicari oleh konsumen mobil listrik bekas karena desain eksteriornya yang futuristis.