Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyoroti buruknya kondisi infrastruktur dan fasilitas olahraga di berbagai daerah melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis (23/4/2026). Ia menilai ketersediaan lapangan yang memenuhi standar internasional masih sangat minim bagi perkembangan talenta muda.
Souto mengungkapkan bahwa banyak calon pemain di tanah air memiliki ambisi besar, namun terhambat karena harus berlatih di lapangan dengan permukaan rusak. Dilansir dari Bola, ukuran lapangan yang terlalu kecil dan tidak sesuai standar pembinaan menjadi kendala utama dalam mencetak atlet profesional.
Kondisi sarana yang ada saat ini dinilai hanya cukup untuk kebutuhan rekreasi masyarakat umum. Untuk membentuk pemain yang siap bersaing di level internasional, diperlukan fasilitas yang mendukung aspek teknis dan keselamatan secara optimal.
"Permukaan yang rusak, ukuran lapangan yang terlalu kecil, dan lapangan yang tidak memenuhi standar. Untuk penggunaan rekreasi, itu tetap bermanfaat. Namun, untuk mengembangkan pemain yang siap bersaing, kita membutuhkan kondisi yang lebih baik," ujar Hector Souto, Pelatih Timnas Futsal Indonesia.
Arsitek tim asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa pernyataannya merupakan refleksi mengenai pentingnya pembangunan sarana olahraga di tingkat lokal. Menurutnya, investasi fasilitas olahraga memberikan dampak luas bagi kesehatan, pendidikan, serta nilai kehidupan generasi muda di masa depan.
Dalam menjalankan program Talent Detection, Souto mengaku menemukan banyak pelatih berdedikasi dan semangat tinggi dari para pemain di berbagai kota. Fokus yang ditekankan bukan hanya proyek besar berskala nasional, melainkan akses masyarakat luas terhadap lapangan layak yang tidak eksklusif.
Souto berharap kualitas futsal Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada saat masa tugasnya berakhir nanti. Saat ini, masih terdapat tiga kota lagi yang dijadwalkan akan dikunjungi dalam agenda pemantauan bakat di seluruh wilayah Indonesia.