Pengembangan olahraga hoki di Indonesia menunjukkan tren positif, menarik minat masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, menyoroti potensi besar Indonesia untuk meningkatkan kualitas olahraga ini.
Dharma Raj, yang merupakan pelatih asal Malaysia, melihat adanya sumber daya atlet yang melimpah, terutama dari minat besar masyarakat terhadap sepak bola sejak usia dini. Kemampuan motorik, kecepatan, dan postur tubuh anak-anak Indonesia dinilai sangat baik.
Menurut Dharma Raj, jika sebagian dari atlet sepak bola ini dapat diarahkan ke hoki, kualitas pemain Indonesia diyakini akan meningkat pesat. Ia mengamati bahwa banyak anak Indonesia memiliki dasar fisik yang kuat yang bisa menjadi aset berharga bagi hoki.
"Mulanya hoki ini kan olahraga yang tidak terlalu dilirik. Tapi belakangan ini sejak 2023 sampai 2025 olahraga ini mulai terlihat. Sudah banyak tempat orang mulai bermain di seluruh Indonesia," kata Dharma Raj, seperti dilansir dari Bola.
Mantan pelatih Timnas Hoki Malaysia ini juga menjelaskan bahwa pemain dari cabang olahraga lain, khususnya sepak bola, tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan hoki. Bahkan, beberapa di antaranya dapat melampaui pemain hoki yang sudah berlatih lebih lama dalam waktu singkat.
"Ya cepat ada yang mungkin satu sampai dua bulan mereka bisa potong anak hoki yang sudah bermain lima sampai tujuh tahun," ujarnya.
Mencari Bakat dari Pemain Keturunan
Selain dari atlet sepak bola, Dharma Raj juga membuka peluang bagi pemain keturunan Indonesia yang berkarier di luar negeri, khususnya di Belanda, untuk bergabung dengan Timnas Hoki. Menurutnya, Indonesia memiliki "raksasa yang sedang tertidur" dalam cabang olahraga hoki berkat sejarahnya dengan Belanda.
"Indonesia ini adalah sleeping giant. Sebenarnya Indonesia mempunyai Belanda di belakang mereka bukan di sepak bola saja, karena memang Indonesia punya sejarah dengan Belanda," ungkap Dharma Raj, seperti diberitakan Infonasional.
Ia juga menjelaskan bahwa Belanda dikenal sebagai negara hebat dalam pembinaan hoki, dengan banyak klub yang memiliki pemain berkualitas. Dharma Raj telah beberapa kali bertemu pemain keturunan Indonesia-Belanda yang memiliki bakat luar biasa.
Fenomena ini, di mana banyak talenta keturunan tersebar di luar negeri, tidak dimiliki oleh negara-negara Asia lain seperti Malaysia, China, Jepang, Korea, atau India. Potensi ini dapat dioptimalkan dengan menggabungkan pemain lokal dan pemain naturalisasi yang memiliki ikatan langsung dengan Indonesia.
Minat dan Perkembangan
Dharma Raj mengungkapkan bahwa beberapa pemain keturunan Indonesia telah menunjukkan ketertarikan untuk membela Merah-Putih bahkan sebelum SEA Games 2025, menawarkan diri secara proaktif.
"Sebenarnya sebelum SEA Games 2025, atlet yang ingin membela Indonesia sudah mulai tanya. Mereka yang menawarkan diri lebih dulu, karena mungkin mereka tahu di sepak bola seperti itu kan," jelasnya.
Dengan dukungan pemerintah dan alokasi anggaran yang lebih besar, federasi hoki mulai serius dalam pengembangan ini. Harapannya, kehadiran pemain naturalisasi dapat membantu Timnas Hoki bersaing di level yang lebih tinggi, tidak hanya di SEA Games, tetapi juga Asian Games hingga Olimpiade.
Saat ini, enam atlet hoki Indonesia telah berkarier di Eropa. Revo Priliandro dan Yuan Jodie bermain di Polandia dan akan bertanding di Euro Hockey League 2026. Sementara itu, Adi Darmawan dan Alviana berlaga di divisi bawah Liga Jerman, dan dua pemain lainnya bermain di Liga Spanyol.
Perjalanan Dharma Raj di Indonesia dimulai dengan melatih Tim Hoki Jawa Barat, sebelum bergabung dengan tim nasional menjelang PON Papua 2021. Di bawah kepelatihannya, Timnas Hoki Indonesia berhasil meraih medali emas SEA Games 2023 dan 2025.
Fokus utama Dharma Raj saat ini adalah mempersiapkan Timnas Hoki Indonesia untuk Asian Games 2026 Aichi–Nagoya, setelah tim putra berhasil meraih tiket dengan mengalahkan Thailand 1-0 pada kualifikasi di Bangkok, Senin (6/4/2026).