Huddle Chelsea Picu Kontroversi, Gary Neville Beri Kritik

Aksi huddle pemain Chelsea sebelum laga kontra Newcastle United menuai perdebatan. Gary Neville lontarkan kritik tajam.

Aksi huddle yang dilakukan pemain Chelsea saat melawan Newcastle United kembali memicu perdebatan. Upaya The Blues untuk berkumpul di lingkaran tengah lapangan sebelum kickoff tersebut menuai kontroversi.

Insiden ini terjadi sebelum pertandingan dimulai. Para pemain Chelsea mencoba berkumpul di tengah lapangan sebagai simbol kebersamaan tim.

Namun, rencana tersebut gagal karena wasit pertandingan, Paul Tierney, yang berada di area tersebut menolak untuk bergeser. Akibatnya, pemain Chelsea tidak dapat melakukan huddle seperti yang direncanakan.

Situasi ini kemudian memicu perdebatan. Salah satunya datang dari mantan bek Manchester United, Gary Neville, yang melayangkan kritik tajam terhadap aksi tersebut.

Gary Neville menilai bahwa tradisi huddle sebelum pertandingan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap performa tim di lapangan.

Menurutnya, sebuah tim yang membutuhkan motivasi tambahan hanya beberapa detik sebelum kickoff mengindikasikan adanya masalah dalam proses persiapan mereka sebelumnya.

"Saya pikir itu sangat aneh. Benar-benar aneh. Saya memang tidak pernah menyukai huddle," ujar Neville.

"Jika Anda sudah mempersiapkan diri selama tujuh bulan dalam satu musim, empat hari sebelum pertandingan, lalu masih membutuhkan huddle sepuluh detik sebelum kickoff untuk saling memotivasi, berarti ada yang salah dengan persiapan Anda."

Neville menegaskan bahwa semua aspek pertandingan seharusnya sudah dipersiapkan jauh sebelum para pemain memasuki lapangan.

"Tidak ada kata-kata yang bisa membantu Anda beberapa detik sebelum pertandingan dimulai. Semua persiapan sudah dilakukan. Anda sudah menganalisis lawan dan tahu bagaimana menciptakan peluang.""

"Sepuluh menit sebelum keluar dari ruang ganti, semua hal sudah dibicarakan. Jadi apa lagi yang ingin dibahas di huddle di tengah lapangan? Itu hanya untuk pertunjukan."

Ia juga berpendapat bahwa penggemar tidak mudah terpengaruh oleh gestur semacam itu.

"Para fans tidak akan tertipu oleh hal seperti itu. Mereka akan menilai Anda dari performa di lapangan."

"Itu juga tidak akan mengintimidasi tim yang kuat. Newcastle tidak terintimidasi sama sekali. Melakukannya di tengah lapangan terasa seperti mencari gimmick agar orang percaya Anda memiliki semangat tim."

"Saya pikir itu omong kosong. Seluruh hal itu omong kosong. Sebaiknya hentikan saja."

Protes Liam Rosenior ke PGMOL

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, memiliki pandangan berbeda. Ia merasa bahwa keputusan wasit tidak tepat.

Rosenior mengaku belum sempat berbicara langsung dengan Paul Tierney atau perangkat pertandingan lainnya setelah pertandingan. Namun, ia berencana menghubungi otoritas wasit Inggris untuk meminta penjelasan.

Otoritas yang dimaksud adalah Professional Game Match Officials Limited (PGMOL).

"Saya tidak berbicara dengan Paul hari ini atau dengan para ofisial lainnya. Saya merasa keputusan itu bukan hal yang tepat untuk dilakukan," kata Rosenior.

"Saya akan berbicara dengan PGMOL. Saya ingin berbicara dengan para wasit untuk memahami mengapa hal itu terjadi."

Menurut Rosenior, berdasarkan aturan yang ia pahami, posisi pemain di lapangan sebelum kickoff seharusnya tidak menjadi masalah selama tidak mengganggu waktu pertandingan.

"Kami diberi tahu dalam buku peraturan bahwa semuanya berkaitan dengan waktu. Anda boleh berada di mana saja selama tidak mengganggu timing."

Meski demikian, Rosenior menekankan bahwa polemik ini sebenarnya bukan hal paling penting dibandingkan apa yang terjadi di lapangan.

"Saya hanya ingin mencari solusi karena sebenarnya kita sedang membicarakan sesuatu yang tidak sepenting apa yang terjadi di lapangan."

Recommended