Penyelenggara turnamen DACH CS Masters Jerman 2026 menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 10 tahun kepada pemain profesional MAUschine setelah ia memukul Spidergum di atas panggung pada Selasa, 21 April 2026. Insiden kekerasan fisik tersebut terjadi tepat saat prosesi pemberian penghargaan berlangsung pasca-pertandingan berakhir.
Sanksi berat ini dijatuhkan sebagai respons langsung atas tindakan MAUschine yang melayangkan pukulan ke arah wajah Spidergum hingga kacamata korban terlepas. Dilansir dari Medcom, peristiwa memalukan di Leipzig tersebut bermula dari provokasi yang dilakukan Spidergum selama pertandingan berlangsung.
Pihak penyelenggara menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk menjaga integritas dan keamanan dalam kompetisi esports. Selain hukuman larangan bermain, insiden tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada Esports Integrity Commission (ESIC) untuk penanganan lebih lanjut.
"Kami tidak mentolerir penyerangan fisik terhadap pemain lain di turnamen dan telah mengambil tindakan yang sesuai," tulis pernyataan resmi penyelenggara DACH CS Masters yang dikutip dari DotEsports. Mereka menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat di liga profesional tersebut.
Aksi pemukulan diduga dipicu oleh ejekan Spidergum yang menirukan selebrasi khas MAUschine dengan meneriakkan kata "papichulo" di sepanjang laga. Meskipun sempat terjadi ketegangan yang membuat pembawa acara menghentikan situasi, prosesi penghargaan tetap berlanjut setelah MAUschine dipaksa turun dari panggung.
Organisasi Regnum4games, yang menaungi Spidergum, menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan hukum penuh bagi pemainnya atas serangan fisik yang menimpa. Di sisi lain, Spidergum merespons kejadian tersebut melalui media sosial dengan menyindir akurasi pukulan pelaku yang dianggap lebih baik daripada bidikan senjatanya di dalam permainan.
"Tepat sasaran dari MAUschine, bidikannya lebih baik daripada dengan AWP dan terutama saat siaran langsung," kata Spidergum melalui unggahan di akun pribadinya. Saat ini, kasus tersebut masih dalam pemantauan otoritas integritas esports internasional.