Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terus tancap gas pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Kepercayaan diri para investor kembali menebal setelah indeks berhasil mencatatkan performa impresif pada penutupan sebelumnya dengan kenaikan 1,19 persen ke posisi 8.310. Arus modal asing yang masuk (net buy) mencapai Rp 467 miliar menjadi bukti bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki daya tarik yang sangat kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Antusiasme pasar saat ini tidak lepas dari kombinasi sentimen domestik dan eksternal yang saling menguatkan. Di level regional, mayoritas bursa Asia bergerak di zona hijau, memberikan hembusan angin segar bagi pergerakan indeks lokal. Namun, sorotan utama para pelaku pasar tertuju pada agenda diplomatik tingkat tinggi, yakni rencana pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diharapkan membawa kabar baik terkait pelonggaran tarif ekspor.
Secara teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan fase pemulihan yang cukup solid dan terukur. Setelah sempat mengalami tekanan, indeks mampu melakukan ‘pullback’ sehat yang menandakan daya beli di level bawah masih sangat dominan. Situasi ini menciptakan landasan pacu bagi IHSG untuk menguji level psikologis baru, sekaligus memberikan peluang bagi para trader untuk mengincar saham-saham dengan momentum teknikal yang matang.
Analisis Teknikal IHSG: Peluang Menuju Resistance 8.596
Berdasarkan tinjauan teknikal terkini, IHSG telah berhasil melewati fase krusial di area support. Keberhasilan bertahan di atas level 8.150 hingga 8.230 memberikan konfirmasi bahwa tren penguatan jangka pendek masih terjaga dengan baik. Pergerakan ini membuka ruang bagi indeks untuk mengejar target resistance berikutnya yang cukup lebar.
Pihak BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya menyampaikan proyeksi yang optimis terkait arah gerak indeks. Penguatan yang terjadi kemarin merupakan sinyal positif bahwa pasar siap melanjutkan reli panjangnya.
“Secara teknikal, IHSG berhasil melakukan pullback sehat dengan area support 8.150–8.230, dan berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 8.406–8.596,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan resmi, Kamis (19/2/2026).
Menanti Keputusan Bank Indonesia dan Dampak Suku Bunga
Selain faktor teknikal, fokus utama investor pekan ini adalah rilis keputusan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI Rate). Konsensus pasar memperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen. Langkah ini dinilai sebagai upaya moderat untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar Rupiah.
Beberapa variabel ekonomi makro yang menjadi pertimbangan BI antara lain:
-
Inflasi Januari 2026: Berada di level 3,55 persen, yang dinilai masih dalam rentang kendali namun memerlukan pengawasan ketat.
-
Stabilitas Nilai Tukar: Pergerakan Rupiah saat ini berada di kisaran 16.850–16.869 per Dolar AS.
-
Kebijakan The Fed: Risiko penguatan Dolar AS masih membayangi pasar jika bank sentral AS, The Fed, memilih untuk tetap menahan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan semula.
Kondisi pasar global juga memberikan dukungan positif. Bursa Wall Street Amerika Serikat ditutup menguat semalam, di mana Dow Jones naik 0,26 persen ke level 49.662,6, S&P 500 terapresiasi 0,56 persen ke 6.881,3, dan Nasdaq melonjak 0,78 persen ke posisi 22.753,6. Performa positif bursa AS ini sering kali menjadi barometer (lead indicator) bagi pembukaan pasar saham di Indonesia.
Rekomendasi Saham Pilihan 19 Februari 2026: INDY, LEAD, dan BOAT
Untuk perdagangan hari ini, terdapat tiga saham yang memiliki potensi pergerakan menarik berdasarkan pola teknikal yang terbentuk. Saham-saham ini dinilai cocok untuk aktivitas trading jangka pendek dengan memperhatikan level batasan risiko yang ada.
1. PT Indika Energy Tbk (INDY)
Saham INDY saat ini masih bergerak dalam tren kenaikan atau bullish trend yang cukup konsisten. Harga berhasil memantul (pullback) tepat di area support kuatnya.
-
Area Support: 3.390 – 3.560
-
Target Resistance: 3.990 – 4.070
-
Insight: Relevansi kenaikan sektor energi sering kali berkorelasi dengan permintaan komoditas global dan stabilitas operasional perusahaan dalam jangka menengah.
2. PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD)
LEAD menunjukkan performa yang agresif setelah berhasil menembus barikade pertahanan harganya. Tren bullish saham ini terlihat semakin kuat seiring dengan peningkatan volume transaksi.
-
Level Breakout: 188 (Berhasil ditembus)
-
Target Resistance: 206 – 228
-
Insight: Keberhasilan menembus resistance lama biasanya diikuti oleh akselerasi harga menuju level yang lebih tinggi sebelum mengalami konsolidasi baru.
3. PT Sumber Samudera Makmur Tbk (BOAT)
Secara teknikal, saham BOAT sedang membentuk pola grafik yang sangat populer di kalangan trader, yaitu cup and handle. Pola ini merupakan indikasi kuat akan terjadinya pembalikan arah tren atau kelanjutan tren naik yang signifikan.
-
Neckline: 180
-
Target Resistance: 202 – 212
-
Insight: Selama harga mampu bertahan di atas garis leher (neckline) 180, potensi penguatan menuju target psikologis 200 sangat terbuka lebar.
Dikutip dari investor.id 19/2/26.