IHSG Hari Ini 23 Februari 2026 Berpotensi Rebound ke 8.400, Intip 3 Saham Pilihan Analis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menunjukkan taji pada perdagangan awal pekan, Senin (23/2/2026). Setelah sempat mengalami tekanan tipis pada penutupan pekan lalu, laju indeks domestik kini berada dalam posisi krusial untuk melakukan pembalikan arah atau rebound. Para pelaku pasar pun mulai memasang radar pada sejumlah sentimen global dan domestik yang diyakini menjadi motor penggerak utama volatilitas pasar hari ini.

Kondisi pasar modal saat ini memang sedang diuji oleh dinamika geopolitik yang memanas di Timur Tengah, namun fundamental ekonomi dalam negeri tetap memberikan bantalan yang cukup solid. Meskipun aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sempat mewarnai lantai bursa, minat beli lokal terlihat masih terjaga di area dukungan teknikal yang kuat. Situasi ini menciptakan peluang akumulasi bagi para trader yang mengincar keuntungan jangka pendek di tengah fluktuasi harga.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, perhatian investor tidak hanya tertuju pada angka di layar monitor, tetapi juga pada kebijakan strategis otoritas bursa. Adanya progres komunikasi terkait indeks global serta data moneter terbaru menjadi katalisator yang ditunggu-tunggu. Sebagai panduan bagi Anda, berikut adalah ulasan mendalam mengenai proyeksi IHSG, faktor-faktor makro yang mempengaruhinya, hingga rekomendasi saham potensial untuk memaksimalkan cuan.

Analisis Teknikal: Menjaga Support demi Target Psikologis 8.400

Melihat pergerakan pasar terakhir, IHSG sebelumnya ditutup terkoreksi sangat tipis sebesar 0,03% ke level 8.271. Penurunan ini dinilai wajar dan relatif terbatas mengingat mayoritas bursa di kawasan Asia juga mengalami tekanan serupa. Secara teknikal, struktur tren IHSG saat ini masih berada dalam jalur yang konstruktif dan belum menunjukkan tanda-tanda patah tren yang mengkhawatirkan.

Area penyangga atau support di level 8.150 hingga 8.230 menjadi kunci utama keberlanjutan tren penguatan. Selama IHSG mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang untuk melesat menuju level psikologis baru sangat terbuka lebar. Berdasarkan ulasan dari BRI Danareksa Sekuritas, target resistansi terdekat yang dibidik adalah area 8.400, yang jika tertembus, akan memperkuat posisi IHSG di zona all-time high baru.

Sentimen Global: Dampak Putusan MA Amerika Serikat

Pasar global mendapat hembusan angin segar setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif yang sebelumnya diusulkan oleh Donald Trump. Keputusan ini dianggap sebagai sinyal positif karena membuka kembali ruang negosiasi dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Di sisi lain, bursa Wall Street merespons positif dengan penguatan signifikan di semua indeks utama:

  • Dow Jones Industrial Average: Naik 0,47% ke posisi 49.625,9.

  • S&P 500: Menguat 0,69% ke level 6.909,5.

  • Nasdaq: Melonjak 0,9% ke angka 22.886.

Namun, investor tetap harus waspada terhadap ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu sikap risk-off. Ketegangan ini sering kali membuat modal beralih ke aset aman (safe haven), yang pada gilirannya dapat menekan pasar ekuitas di negara berkembang termasuk Indonesia.

Katalis Domestik: Fokus pada OJK, BEI, dan Data M2

Dari dalam negeri, otoritas pasar modal tengah berupaya meningkatkan eksposur saham-saham Indonesia di mata dunia. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang melakukan komunikasi intensif terkait proposal kepada penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE. Langkah ini sangat krusial karena perubahan bobot atau masuknya emiten baru ke dalam indeks internasional biasanya akan memicu aliran dana masuk (inflow) dari manajer investasi global.

Selain kebijakan otoritas, data ekonomi makro berupa rilis M2 money supply (jumlah uang beredar) domestik juga menjadi perhatian. Data ini memberikan gambaran mengenai tingkat likuiditas di pasar dan daya beli masyarakat, yang secara tidak langsung berdampak pada kinerja emiten di berbagai sektor.

“Secara teknikal, struktur tren IHSG masih konstruktif selama mampu bertahan di atas area support 8.150–8.230. Peluang rebound tetap terbuka dengan target resistance pada area psikologis 8.400,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporannya, Senin (23/2/2026).

Rekomendasi 3 Saham Jagoan Cuan Hari Ini

Bagi Anda yang ingin melakukan trading harian, terdapat tiga saham yang menunjukkan pola teknikal menarik dan berpotensi memberikan keuntungan. Berikut rincian analisisnya:

1. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)

Saham IMPC saat ini terpantau sedang berada dalam fase pullback yang sehat.

  • Range Support: 2.180 – 2.310

  • Target Resistance: 2.550 – 2.800 Selama harga mampu bertahan di atas zona support, IMPC memiliki potensi besar untuk melanjutkan penguatan menuju target atasnya.

2. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)

ARCI menunjukkan formasi teknikal yang menarik dengan terbentuknya pola cup and handle kecil. Pola ini biasanya menjadi sinyal bullish continuation.

  • Level Neckline: 1.765

  • Target Resistance: 1.955 – 2.070 Investor dapat memperhatikan level neckline sebagai konfirmasi kekuatan beli.

3. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)

Saham yang bergerak di sektor kendaraan listrik ini juga sedang mengalami pullback teknikal.

  • Range Support: 890 – 965

  • Target Resistance: 1.140 – 1.295 Jika VKTR sanggup menjaga pijakannya di atas level 890, maka peluang kenaikan menuju resistansi terdekat menjadi sangat rasional untuk dikejar.

Dikutip dari investor.id 23/2/2026.

Recommended