Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam sebesar 1,98 persen ke posisi 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026) akibat sentimen negatif pasar. Pelemahan ini terjadi menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan 18 emiten asal Indonesia dari indeks global mereka.
Data RTI Business menunjukkan indeks domestik kehilangan 135,57 poin dengan rentang pergerakan di level tertinggi 6.787,34 dan terendah 6.705,43. Aktivitas pasar melibatkan transaksi sebanyak 38,947 miliar saham dengan nilai total mencapai Rp 19,793 triliun.
Kondisi pasar didominasi oleh koreksi harga pada 416 saham, sementara 263 saham lainnya menguat dan 163 saham berakhir stagnan. Tekanan jual dilaporkan meningkat secara signifikan sejak pembukaan perdagangan setelah hasil rebalancing MSCI dirilis ke publik.
Sebanyak enam emiten berskala besar resmi dikeluarkan dari daftar MSCI Global Standard Index. Tiga di antaranya merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Emiten lain yang juga terdepak dari indeks utama tersebut adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Sementara itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengalami penurunan status ke dalam kategori MSCI Global Small Cap Index.
Dilansir dari Detik Finance, MSCI juga melakukan perombakan besar pada MSCI Global Small Cap Index untuk pasar Indonesia. Tercatat 13 emiten dicoret dari daftar indeks berkapitalisasi kecil ini, dengan AMRT menjadi satu-satunya saham yang masuk melalui skema penurunan kasta.
| No | Nama Emiten | Kode Saham |
|---|---|---|
| 1 | PT Aneka Tambang Tbk | ANTM |
| 2 | PT Astra Agro Lestari Tbk | AALI |
| 3 | PT Bank Aladin Syariah Tbk | BANK |
| 4 | PT Bumi Serpong Damai Tbk | BSDE |
| 5 | PT Dharma Satya Nusantara Tbk | DSNG |
| 6 | PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk | SIDO |
| 7 | PT Midi Utama Indonesia Tbk | MIDI |
| 8 | PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk | MIKA |
| 9 | PT MNC Digital Entertainment Tbk | MSIN |
| 10 | PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk | TKIM |
| 11 | PT Pacific Strategic Financial Tbk | APIC |
| 12 | PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk | SSMS |
| 13 | PT Triputra Agro Persada Tbk | TAPG |
Pengumuman MSCI menyebutkan bahwa pada periode penyesuaian Mei 2026 ini tidak ada satu pun emiten baru asal Indonesia yang berhasil masuk ke dalam MSCI Global Standard Index. Total keseluruhan terdapat 18 emiten yang dicoret dari keanggotaan indeks MSCI secara kolektif.