Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,52 persen ke level 7.594,11 pada penutupan perdagangan Senin (20/4/2026) akibat tekanan jual di seluruh sektor saham. Penurunan ini terjadi meski beberapa saham komoditas dan perbankan sempat menguat, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Sektor properti tercatat sebagai pemberat utama indeks dengan koreksi sedalam 2,04 persen. Saham-saham seperti TCPI yang merosot 10,17 persen serta BRPT dan AMRT yang masing-masing turun 4,04 persen menjadi penekan signifikan pada perdagangan awal pekan ini.
Di tengah pelemahan indeks, investor asing tetap mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp124,49 miliar di pasar reguler. Jika akumulasi keseluruhan pasar dihitung, nilai pembelian bersih pemodal internasional mencapai angka Rp380,73 miliar menurut data perdagangan.
Sentimen negatif juga datang dari pasar global setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup di zona merah akibat ketegangan geopolitik di Teluk Oman. Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengambil tindakan terhadap kapal kargo Iran yang memicu kekhawatiran pelaku pasar internasional.
Dari sisi kinerja emiten, Fore Kopi Indonesia (FORE) melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 60,50 persen menjadi Rp9,43 miliar pada kuartal I-2026. Pendapatan perusahaan kopi ini juga meningkat 52,40 persen menjadi Rp444,46 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan kinerja FORE didukung oleh ekspansi agresif dengan penambahan 24 gerai baru hingga total mencapai 346 unit. Ekspansi tersebut difokuskan pada kota-kota tier dua dan tiga seperti Sidoarjo, Kediri, serta Tasikmalaya untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Sementara itu, PT Astra Otoparts (AUTO) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp229 per saham dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp2,24 triliun. Total nilai dividen yang dialokasikan perusahaan komponen otomotif tersebut adalah sebesar Rp1,10 triliun.
Pembayaran dividen final sebesar Rp170 per saham dijadwalkan cair pada 15 Mei 2026 bagi pemegang saham yang terdaftar dalam daftar pemegang saham per 4 Mei. Sebelumnya, perusahaan telah membayarkan dividen interim sebesar Rp59 per saham pada Oktober 2025.
Astra Otoparts juga mengumumkan perombakan manajemen melalui penunjukan Yusak Kristian Solaeman sebagai Presiden Direktur baru. Posisi Presiden Komisaris kini dijabat oleh Thomas Junaidi Alim W, sedangkan Gidion Hasan menduduki jabatan sebagai Komisaris perusahaan.