IHSG Melemah di Tengah Konflik Iran-AS, Investor Disarankan Perbanyak Tunai

IHSG dibuka turun 0,14% ke level 7.699 akibat konflik Iran-AS yang memicu ketidakpastian pasar. Investor disarankan perbanyak posisi tunai.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan akhir pekan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Konflik ini memicu ketidakpastian terkait arah kebijakan suku bunga global.

Pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, IHSG dibuka turun 11,07 poin atau 0,14 persen ke level 7.699,47. Indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 1,61 poin atau 0,20 persen ke posisi 786,21.

Tekanan terhadap IHSG diperkirakan akan berlanjut dalam jangka pendek seiring dengan pasar yang masih menghadapi volatilitas tinggi.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyarankan agar investor memperbesar posisi tunai di penghujung pekan ini untuk mengantisipasi volatilitas tinggi selama akhir pekan. "Kiwoom Research perkirakan technical rebound yang terjadi kemarin tidak akan berumur panjang, secara teknikal persis di gerbang resistance kritikal 7.712-7.720," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta.

Eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memasuki hari keenam dan memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi energi serta arah kebijakan moneter global. Pasar juga menantikan pertemuan Federal Reserve melalui agenda Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17–18 Maret 2026 untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan.

Liza menambahkan, "Pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sekitar 40 bps sepanjang 2026, turun dari sekitar 50 bps sebelum konflik dimulai."

Ketegangan militer di Timur Tengah meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel. Jet tempur AS dan Israel juga terus menyerang sejumlah target di Iran. Serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk serta laporan drone Iran yang memasuki wilayah Azerbaijan semakin meningkatkan risiko meluasnya konflik ke negara produsen energi lainnya.

Presiden Donald Trump bahkan menyatakan bahwa Amerika Serikat ingin memiliki peran dalam menentukan pemimpin Iran berikutnya.

Recommended