Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 0,46 persen ke posisi 7.559,38 pada penutupan perdagangan Selasa (21/4/2026). Penurunan ini dipicu oleh reaksi pasar terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pembekuan rebalancing saham.
Dilansir dari Detik Finance, indeks sempat anjlok ke titik terendah harian pada level 7.511,82 saat pembukaan sebelum akhirnya berhasil memangkas sebagian koreksi. Meskipun ditutup melemah, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) senilai Rp 473,93 miliar di pasar reguler pada hari yang sama.
Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menyatakan bahwa dampak pengumuman MSCI tersebut sebenarnya sudah diprediksi oleh para pelaku pasar. Menurutnya, koreksi yang terjadi kali ini tidak sedalam periode sebelumnya karena pasar telah melakukan antisipasi sejak awal.
"Respons IHSG yang relatif tidak signifikan menandakan investor, terutama asing, sudah mengantisipasi sejak pengumuman awal. Tekanan jual kemungkinan akan lebih terfokus pada saham-saham dengan isu seperti free float rendah atau likuiditas tipis," kata Reydi Octa, Pengamat Pasar Modal.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan bahwa kepanikan investor mulai mereda seiring langkah Self-Regulatory Organization (SRO) dalam memenuhi kriteria MSCI. Upaya reformasi pasar modal Indonesia dinilai menjadi faktor penahan aksi jual yang lebih masif.
Kabar positif lainnya adalah batalnya penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market oleh MSCI. Namun, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperingatkan potensi tergerusnya bobot IHSG dalam indeks global tersebut akibat kebijakan free float di bursa domestik.
Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, arus modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai Rp 39,47 triliun. Para manajer investasi global terpantau masih membatasi eksposur mereka terhadap market Indonesia di tengah ketidakpastian kebijakan indeks internasional.