Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mencatatkan kenaikan sebesar 0,87 persen ke level 7.016 pada pembukaan perdagangan Senin pagi, 4 Mei 2026. Lonjakan ini terjadi di tengah kondisi pasar global yang menunjukkan pergerakan variatif pada awal bulan Mei.
Kenaikan indeks sektoral juga terlihat pada indeks unggulan LQ45 yang menguat 0,96 persen ke posisi 675, sebagaimana dilansir dari Medcom. Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) terpantau naik signifikan sebesar 1,64 persen hingga menyentuh level 469.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut mendorong penguatan indeks pada sesi awal perdagangan hari ini. Emiten yang tercatat mengalami kenaikan harga antara lain BBCA, BBRI, BMRI, ASII, ANTM, serta TLKM.
Di pasar global, bursa Amerika Serikat menutup akhir pekan lalu dengan hasil beragam namun indeks S&P 500 berhasil mencetak rekor intraday tertinggi baru. Indeks Dow Jones melemah 0,37 persen, sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing-masing menguat 0,89 persen dan 0,29 persen.
Pergerakan positif juga terlihat di Eropa dengan kenaikan pada indeks DAX Jerman sebesar 1,41 persen dan CAC 40 Perancis sebesar 0,53 persen. Untuk kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 0,38 persen, meskipun Hang Seng mengalami koreksi tajam sebesar 1,28 persen.
Kondisi pasar obligasi dalam negeri menunjukkan kenaikan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah tenor 10 tahun ke angka 6,8435 persen. Di sisi lain, indeks obligasi korporasi ICBI justru mengalami pelemahan tipis sebesar 0,12 persen ke posisi 435,85.
Risiko investasi di Indonesia mengalami sedikit peningkatan yang terlihat dari premi credit default swap (CDS) tenor 5 tahun yang naik 3,23 persen ke level 91,72. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis 0,05 persen ke posisi Rp17.336,50.