Dinamika kursi kepelatihan mewarnai BRI Super League 2025/2026 seiring ketatnya persaingan di papan klasemen. Tercatat delapan klub telah melakukan pergantian pelatih hingga pekan ke-24 dengan berbagai alasan.
Klub-klub tersebut adalah Persebaya Surabaya, Persik Kediri, PSM Makassar, Madura United, Persijap Jepara, PSBS Biak, Persis Solo, dan Semen Padang.
Semen Padang menjadi tim yang paling menonjol dalam hal ini. Tim berjuluk Kabau Sirah itu sudah tiga kali berganti pelatih dalam satu musim, yang berarti mereka telah memecat dua pelatih.
Pada awal musim, Eduardo Almeida memimpin Semen Padang. Ia berjasa menyelamatkan Kabau Sirah dari degradasi di BRI Liga 1 2024/2025.
Namun, hasil kurang memuaskan membuat manajemen memberhentikan Eduardo Almeida lebih cepat dari kontraknya. Dari tujuh laga, Kabau Sirah hanya meraih satu kemenangan, satu imbang, dan lima kekalahan.
Sebagai gantinya, Dejan Antonic ditunjuk pada 10 Oktober 2025. Alih-alih mengangkat performa tim, Dejan justru kesulitan mengeluarkan Kabau Sirah dari papan bawah.
Dalam kurun waktu kurang dari lima bulan, mantan pelatih PSS Sleman itu memimpin 16 pertandingan dengan hasil tiga kemenangan, empat seri, serta sembilan kekalahan.
Setelah bermain imbang tanpa gol melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 BRI Super League di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (4/3/2026) malam WIB, Semen Padang resmi memecat Dejan Antonic.
Manajemen Kabau Sirah bergerak cepat mencari pengganti dan menunjuk Imran Nahumarury sebagai pelatih baru untuk sisa kompetisi musim ini.
Kehadiran Imran diharapkan memberi dampak positif bagi Semen Padang yang masih berjuang keluar dari zona degradasi. Saat ini, Rendy Oscario dkk. tercecer di dasar klasemen dengan 17 poin.
Imran Nahumarury akan menjalani debut saat Semen Padang menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-25 BRI Super League. Laga tersebut berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (9/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Sebelumnya, pelatih kelahiran Tulehu, Maluku ini pernah menangani sejumlah klub seperti PSIS Semarang, PSIM Yogyakarta, dan Malut United.
Kini, Imran dituntut segera mengangkat performa tim dalam 10 pertandingan tersisa musim ini dengan tugas utama menghindari degradasi.