Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis sebesar 0,17 persen ke posisi 7.634 pada akhir perdagangan Jumat, 17 April 2026. Laju indeks ditopang kenaikan harga saham BREN, ASII, dan BBRI di tengah tekanan jual investor asing.
Dilansir dari Detik Finance, aktivitas pemodal mancanegara mencatatkan nilai jual bersih mencapai Rp746,08 miliar di pasar reguler. Secara keseluruhan di seluruh pasar, nilai jual bersih investor asing menyentuh angka Rp931,44 miliar.
Sektor properti memimpin penguatan sektoral dengan kenaikan 1,98 persen, diikuti oleh enam sektor lainnya yang berakhir di zona hijau. Sebaliknya, sektor consumer cyclical menjadi pemberat pasar setelah terkoreksi sedalam 0,46 persen pada periode tersebut.
Di tengah dinamika pasar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan pembagian dividen final sebesar Rp117 per saham. Total dividen tahun buku 2025 yang disalurkan perusahaan mencapai Rp7,57 triliun atau setara dengan USD 447,5 juta.
Pendapatan ADRO tercatat menurun 9,87 persen menjadi USD 1,87 miliar sepanjang 2025 akibat pelemahan harga batu bara global. Laba bersih perseroan juga merosot signifikan sebesar 67,56 persen menjadi USD 447,69 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja berbeda ditunjukkan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang masih membukukan rugi bersih Rp392,24 miliar pada tahun 2025. Meskipun nominal kerugian berkurang dari tahun sebelumnya, emiten pengelola gerai cepat saji ini telah merugi sejak tahun 2020.
Guna menekan efisiensi, manajemen FAST telah melakukan penutupan terhadap 25 gerai sehingga total gerai yang beroperasi kini tersisa 690 unit. Perseroan kini fokus pada optimalisasi portofolio produk dan penguatan menu utama untuk menjaga daya saing pasar.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat kompak menguat dengan Dow Jones naik 1,79 persen ke level 49.447. Namun, pelaku pasar global tetap mewaspadai tensi geopolitik menyusul penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh Amerika Serikat.
Jadwal cum dividen untuk saham ADRO ditetapkan pada 27 April 2026. Adapun proses pembayaran dividen kepada para pemegang saham yang berhak dijadwalkan akan berlangsung pada 8 Mei 2026.