IHSG Menguat ke Level 7.217 pada Perdagangan Senin Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 1,23 persen ke level 7.217 pada Senin (27/4/2026) pagi di tengah sentimen domestik dan global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 87 poin atau 1,23 persen ke level 7.217 pada pembukaan perdagangan Senin (27/4/2026) pukul 09.05 WIB. Pergerakan positif ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap laporan keuangan perusahaan teknologi global dan rebalancing indeks domestik.

Berdasarkan data RTI yang dilansir dari Detik Finance, indeks sempat menyentuh titik tertinggi di level 7.230 setelah dibuka pada zona hijau di posisi 7.158. Nilai transaksi pada awal pekan ini terpantau mencapai Rp 1,64 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,63 miliar lembar saham.

Statistik pasar menunjukkan dominasi sentimen positif dengan 391 saham bergerak menguat, sementara 168 saham mengalami pelemahan dan 159 saham lainnya stagnan. Meski menguat 1,73 persen secara bulanan, IHSG tercatat masih terkoreksi 4,93 persen dalam periode mingguan dan turun 11,59 persen dalam enam bulan terakhir.

"Pelemahan rupiah menjadi pemicu aksi profit taking. Pasca BI-Rate tetap di level 4,75%, rupiah JISDOR tetap terdepresiasi 3,5% ytd ke Rp17.308/USD (23/4/2026)," kata Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas dalam risetnya.

Ratih menambahkan bahwa pelaku pasar saat ini tengah mencermati fase dividen beberapa emiten besar seperti BNGA, ADMR, ADRO, dan ITMG yang memiliki imbal hasil bervariasi. Selain itu, terdapat penyesuaian bobot atau rebalancing pada indeks LQ45, IDX 30, dan IDX 80 yang mulai berlaku efektif pada awal Mei mendatang.

Kondisi pasar global turut memberikan sokongan bagi bursa Asia, di mana indeks Nikkei 225 naik 1 persen dan KOSPI menguat 1,79 persen. Di Amerika Serikat, Bursa Wall Street menantikan rilis laporan keuangan kuartalan dari perusahaan teknologi raksasa seperti Alphabet, Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple.

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Trump juga menjadi perhatian investor setelah adanya usulan percepatan pendanaan keamanan senilai US$ 400 juta. Sementara itu, harga minyak mentah Brent terpantau masih bertahan pada level tinggi yakni US$ 106 per barel pada hari yang sama.

Recommended