PSS Sleman berupaya mempertahankan posisi puncak klasemen Grup Timur demi mengamankan tiket promosi langsung menjelang tiga pertandingan terakhir kompetisi musim 2025/2026. Pertandingan penentu terdekat akan berlangsung saat Tim Elang Jawa menjamu Persiku Kudus di Stadion Maguwoharjo pada Senin (20/4/2026) pukul 19.00 WIB.
Hingga pekan ke-24, skuad asuhan Ansyari Lubis ini memimpin klasemen dengan koleksi 49 poin dari 14 kemenangan dan enam hasil imbang. Dilansir dari Bola, PSS hanya unggul satu angka dari Barito Putera di posisi kedua serta selisih dua poin dari Persipura Jayapura yang menempati peringkat ketiga.
Persaingan ketat di papan atas ini mewajibkan PSS meraih hasil maksimal karena hanya juara grup yang berhak lolos otomatis ke divisi utama musim depan. Sementara itu, tim yang finis di posisi runner-up harus melewati babak playoff untuk memperebutkan tiket tersisa.
Direktur Teknik PSS, Pieter Huistra, memberikan penegasan bahwa timnya harus fokus meraih sembilan poin penuh dari tiga laga sisa demi memegang kendali persaingan. Ia meminta para pemain untuk tetap tenang dan percaya pada kualitas diri sendiri di tengah tekanan kompetisi.
"Kami harus berjuang untuk poin penuh di tiga pertandingan terakhir ini. Tetap tenang dan percaya pada kualitas sendiri. Itu yang paling penting," ujar Pieter Huistra, Direktur Teknik PSS Sleman.
Jadwal pertandingan sisa memberikan sedikit keuntungan bagi PSS karena dua dari tiga laga akan dimainkan di kandang sendiri. Setelah menjamu Persiku Kudus, Elang Jawa dijadwalkan menghadapi PSIS Semarang di Sleman serta melakukan satu perjalanan tandang ke markas Persiba Balikpapan.
Meskipun PSS memiliki catatan pertemuan yang bagus dengan kemenangan atas ketiga calon lawan tersebut di putaran sebelumnya, manajemen tim enggan bersikap jemawa. Huistra menilai setiap pertandingan di akhir musim memiliki atmosfer yang berbeda karena setiap tim memiliki kepentingan yang mendesak.
Manajemen menekankan bahwa rekor kemenangan 5-0 atas PSIS maupun keunggulan atas Persiba dan Persiku sebelumnya tidak menjadi jaminan hasil serupa. Fokus utama saat ini adalah menjaga keinginan menang dan semangat juang seluruh pemain di lapangan hingga kompetisi berakhir.