IHSG Stagnan, Investor Asing Catat Jual Bersih Rp801,61 Miliar

IHSG ditutup stagnan di 8.235,48. Investor asing mencatatkan jual bersih Rp801,61 miliar di pasar reguler pada 27 Februari.

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, telah hadir sejak tahun 1991 dengan menawarkan layanan investasi yang inovatif serta didukung oleh tenaga ahli yang terpercaya.

Pada perdagangan Jumat (27/02), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan di posisi 8.235,48. Pergerakan indeks ditopang oleh beberapa saham, seperti BREN yang naik 4,78%, AMMN yang menguat 4,79%, dan BNBR yang melonjak 32,92%. Sebaliknya, DSSA terkoreksi 4,91%, BBCA turun 1,71%, dan TLKM melemah 3,01% yang menjadi penekan laju indeks.

Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp801,61 miliar di pasar reguler dan Rp694,05 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, mayoritas sektor mengalami penguatan. Tercatat 7 dari 11 sektor ditutup menguat, dengan sektor industrial mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,48%, sementara sektor keuangan terkoreksi paling dalam sebesar 0,83%.

Bursa saham Amerika Serikat menunjukkan kinerja yang kurang baik. Dow Jones turun 1,05% ke level 48.977, diikuti S&P 500 yang melemah 0,43% ke 6.878 dan Nasdaq turun 0,92% ke 22.668. Sentimen pasar terpengaruh oleh ketegangan geopolitik akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta ancaman pemblokiran Selat Hormuz. Indeks saham Indonesia di luar negeri juga terkoreksi, dengan ETF EIDO turun 0,39% dan MSCI Indonesia melemah 1,15%.

Lonjakan harga komoditas terjadi akibat kondisi tersebut. Harga minyak mentah dunia naik 7,50%, sementara harga emas menguat 1,85% pada saat penulisan. Kenaikan harga emas direspons pelaku pasar dengan masuknya dana asing ke saham tambang emas. Pada perdagangan akhir pekan lalu, ANTM mencatat beli bersih asing Rp82,03 miliar dan ARCI sebesar Rp59,10 miliar.

Berita Emiten

Astra International (ASII)

Astra International (ASII) berencana membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp292 per saham. Persetujuan akan dimintakan dalam RUPS mendatang pada bulan April. Jika digabungkan dengan dividen interim Rp98 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2025, total dividen menjadi Rp390 per saham dengan rasio pembagian 48%.

Sepanjang tahun 2025, ASII membukukan laba bersih sebesar Rp32,76 triliun, mengalami penurunan sebesar 3,34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp323,39 triliun atau turun 1,54% secara tahunan. Penurunan ini disebabkan oleh pelemahan harga batu bara global dan penurunan permintaan kendaraan baru.

Perseroan telah menyelesaikan program pembelian kembali saham dalam dua tahap, yakni Rp2 triliun pada bulan Januari dan Rp685 miliar pada bulan Februari. Langkah ini merupakan bagian dari strategi manajemen dalam menjaga struktur permodalan di tengah dinamika pasar.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Recommended