Duel Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, berakhir dengan skor imbang 2-2.
Luciano Guaycochea dan Andrew Jung mencetak gol untuk Maung Bandung, sementara Bruno Moreira dan Rivera membalas untuk tuan rumah.
Gol Kakang Rudianto dianulir setelah peninjauan VAR.
Hasil ini membuat Persib hanya berjarak tiga angka dari Persija Jakarta di puncak klasemen sementara.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menyatakan rasa syukur atas hasil imbang tersebut.
"Hasil yang kita syukurilah. Kita expect sih bisa menanglah ya. Tapi bisa dapat satu poin away juga sesuatu yang kita harus tetap kita syukurilah," kata Adhitia Putra Herawan, melalui kanal YouTube Liputan 6 Sport.
Meskipun bersyukur, Adhitia menegaskan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan.
Menurutnya, ada berbagai faktor yang menyebabkan Persib gagal meraih kemenangan.
"Ada banyak faktorlah ya. Tapi seperti yang Bojan Hodak mention saat wawancara, kita enggak mau masuk ke faktor eksternallah ya. Lebih ke memaksimalkan peluang yang adalah. Kalau kita lihat kan, itu ada total 22 shoot sebetulnya," tuturnya.
Adhitia menambahkan bahwa fokus utama adalah membenahi penyelesaian akhir agar peluang yang diciptakan dapat dikonversi menjadi gol.
Terkait kontroversi body contact Federico Barba dengan Bruno Moreira Soares dan gol Kakang Rudianto yang dianulir VAR, Adhitia berpendapat bahwa keputusan awal wasit sudah tepat.
"Eh, keputusan awalnya sudah benar. Memberikan yang golnya Kakang jadi gol. Yang pelanggarannya Bruno tidak jadi penalti. Jadi kalau menurut saya pribadi ya, keputusan awal wasit sudah tepat," ujar Adhitia Putra Herawan.
"Kemudian berubah, karena ada tinjauan di VAR itu debatable. Kita bisa berdebat di area situ. Tapi kalau saya pribadi, seharusnya keputusan yang pertama itu sudah tepat," tutup Adhitia Putra Herawan.