Kontingen Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ASEAN Para Games 2025 yang diselenggarakan di Thailand. Tim Merah-Putih menduduki posisi kedua dalam klasemen akhir perolehan medali, melampaui target awal yang ditetapkan, yaitu finis di tiga besar.
Selama ajang olahraga disabilitas Asia Tenggara tersebut, Indonesia berhasil mengumpulkan total 135 medali emas, 143 medali perak, dan 114 medali perunggu. Perolehan ini mengantarkan Indonesia menjadi runner-up di bawah tuan rumah, Thailand.
Sejak awal, target realistis untuk menembus tiga besar memang telah dicanangkan. Target ini mempertimbangkan mundurnya Kamboja serta tidak dipertandingkannya beberapa nomor andalan Indonesia. Awalnya, tim yang dipimpin oleh Reda Manthovani menargetkan 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu. Namun, dalam perjuangan selama sepekan di Thailand, kontingen Indonesia berhasil melampaui ekspektasi dengan torehan medali yang signifikan.
Beberapa cabang olahraga (cabor) berhasil melampaui target yang ditetapkan. Para atletik menjadi penyumbang medali terbanyak dengan 44 emas, 39 perak, dan 23 perunggu. Selanjutnya, para renang menyumbangkan 29 emas, 37 perak, dan 20 perunggu.
Selain itu, para bulutangkis juga tampil impresif dengan meraih 12 emas, 9 perak, dan 7 perunggu. Para angkat berat berhasil mencatatkan 9 emas dan 4 perak. Sementara itu, para judo menjadi satu-satunya cabor yang menyapu bersih seluruh nomor dengan meraih 7 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
Tambahan medali yang signifikan diraih pada hari terakhir pertandingan, dengan tim para catur menyumbangkan medali dalam sejumlah partai final di Auditorium Nakhon Ratchasima Rajabhat University, Minggu (25/1/2026).
Secara keseluruhan, tim para catur Indonesia berhasil membawa pulang 9 emas, 22 perak, dan 7 perunggu. Salah satu atlet yang bersinar adalah Aisah Wijayanti Putri Brahmana yang berhasil meraih tiga emas, satu perak, dan satu perunggu. Padahal, pada edisi sebelumnya di Kamboja, ia hanya meraih dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Awalnya, ia hanya menargetkan dua emas di Thailand.
“Awalnya, cukup sulit untuk mengalahkan lawan-lawan di cabor para catur ini. Apalagi, saya dan teman-teman sempat kesulitan mendapatkan emas. Kami hanya bisa mendapatkan satu emas. Namun, karena berjuang dan berusaha, Alhamdulillah akhirnya kami bisa mendapatkan emas dari nomor cepat dan kilat,” kata Putri, Minggu (25/1/2026) malam.
Perjuangan Putri untuk mencapai prestasi ini tidaklah mudah. Selama masa persiapan, ia harus menitipkan buah hatinya yang baru lahir pada Agustus 2025 lalu.
“Selama Pelatnas, saya harus menitipkan anak saya ke orang tua. Oleh karena itu, saya ingin mempersembahkan catatan medali ini untuk anak saya. Rasanya sangat sedih meninggalkan anak yang baru lahir. Namun, demi Indonesia, saya harus berjuang," ungkapnya.
Tantangan Besar
Pelatih para catur Indonesia, Tedy Wiharto, mengungkapkan bahwa para atlet dari Vietnam dan Filipina menjadi pesaing terberat selama ASEAN Para Games 2025. Menurutnya, mereka menunjukkan kesiapan yang lebih serius dan perkembangan yang signifikan. Tedy juga mengapresiasi perjuangan keras para atlet Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan dan doanya. Selain itu, kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora, NPC, tim CdM yang sudah mendukung kami di ASEAN Para Games ini,” sambungnya.
Rombongan kontingen Indonesia dijadwalkan tiba kembali di Tanah Air pada Selasa (27/1/2026) menggunakan pesawat carter melalui penerbangan langsung dari Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok menuju Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.