Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan keberlanjutan insentif pajak dan pembebasan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik pada Kamis (7/5/2026) guna menjaga stabilitas pasar otomotif ramah lingkungan. Kebijakan ini disambut positif oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Otomotif (Hipmi Otomotif) sebagai solusi atas ketidakpastian regulasi yang sempat terjadi sebelumnya.
Sekretaris Jenderal Hipmi Otomotif, Hasstriansyah, mengungkapkan bahwa kepastian hukum dari pemerintah daerah sangat krusial bagi calon pembeli. Dilansir dari Medcom, ketidakpastian mengenai teknis pemberian insentif fiskal sempat memicu sikap skeptis di kalangan masyarakat sehingga banyak yang memilih menunda transaksi pembelian unit baru.
"Bagus Pak Gubernur tetap memberlakukan bebas pajak, setelah berita keputusan tetap bebas pajak di Jakarta, mungkin memberi angin segar (bagi calon konsumen)," kata Hasstriansyah, Sekretaris Jenderal Hipmi Otomotif. Ia menambahkan bahwa langkah konsisten Jakarta dalam memberikan stimulus fiskal ini dapat menjadi barometer bagi wilayah penyangga seperti Jawa Barat.
Berdasarkan data yang dihimpun, penetrasi penjualan kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2025 telah menyentuh angka 9 hingga 10 persen dari total penjualan nasional. Meski demikian, populasi kendaraan listrik saat ini baru mencapai kisaran 45 ribu unit, yang masih terpaut jauh dari target ambisius pemerintah sebesar 2 juta unit pada tahun 2030.
Hipmi Otomotif juga menyoroti pentingnya sinergi antarwilayah di Jabodetabek terkait aturan bebas ganjil genap yang menjadi faktor utama penarik minat konsumen. Hasstriansyah menilai mayoritas pembeli kendaraan listrik di kawasan tersebut sangat mempertimbangkan kemudahan akses jalan raya sebagai nilai tambah utama selain efisiensi biaya operasional.
Momentum pertumbuhan pasar diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan melalui penyelenggaraan pameran besar seperti Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Juli hingga Agustus 2026. Konsumen diperkirakan sedang menunggu peluncuran model terbaru dan penyesuaian harga sebelum memutuskan untuk beralih dari kendaraan konvensional.
Tren global juga menunjukkan percepatan adopsi energi bersih, di mana satu dari empat unit mobil yang terjual di dunia diproyeksikan adalah kendaraan listrik dalam waktu dekat. Di Indonesia, keberlanjutan insentif daerah diharapkan menjadi penggerak utama dalam mengejar ketertinggalan populasi unit sesuai peta jalan otomotif nasional.