Insiden Sikut Mbappe: Kontroversi Penalti di Laga Real Madrid vs Girona

Laga Real Madrid vs Girona diwarnai kontroversi setelah Kylian Mbappe terkena sikut Vitor Reis. Wasit dan VAR tidak memberikan penalti, memicu perdebatan publik.

Sebuah insiden panas mewarnai pertandingan La Liga 2025/2026 antara Real Madrid dan Girona. Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, dilaporkan mengalami luka berdarah pada pelipisnya setelah disikut oleh pemain Girona, Vitor Reis. Momen tersebut menjadi perdebatan sengit lantaran wasit dan Video Assistant Referee (VAR) memutuskan untuk tidak memberikan penalti, sebuah keputusan yang memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Peristiwa dramatis itu terjadi pada menit ke-88, saat skor masih imbang 1-1. Mbappe, yang sedang memperebutkan bola di dalam kotak penalti lawan, tiba-tiba terjatuh setelah menerima sikutan. Rekaman ulang yang beredar luas di berbagai platform menunjukkan lengan Vitor Reis dengan jelas mengenai pelipis kanan Mbappe.

Striker asal Prancis tersebut tampak terkapar di lapangan sambil memegangi wajahnya. Darah mengalir dari pelipis, membasahi pipi, dagu, hingga jersey putih Real Madrid yang dikenakannya. Meskipun kondisi cederanya terlihat cukup serius, Mbappe berhasil melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir berbunyi, seperti dilansir dari Detik iNET.

Keputusan wasit dan VAR yang tidak memberikan penalti atau kartu kepada Vitor Reis menjadi titik fokus kritik. Banyak pihak menilai insiden tersebut seharusnya berbuah hukuman bagi Girona, mengingat kejadian berlangsung di dalam kotak penalti dan terlihat jelas dalam tayangan ulang.

Rekaman video dan foto insiden ini segera viral di media sosial. Ribuan komentar membanjiri platform daring dalam hitungan jam, menunjukkan adanya polarisasi opini di kalangan warganet.

Sebagian pengguna media sosial menganggap reaksi Mbappe berlebihan, bahkan menyebutnya sebagai "aktor hebat" dan menuduh insiden tersebut hanyalah drama di lapangan. "Mbappe aktor hebat banget, darahnya kayak settingan," tulis salah satu pengguna di X. "Drama king La Liga, padahal sering diving," komentar lainnya turut menyertai.

Namun, tak sedikit pula yang memberikan dukungan kepada Mbappe. Mereka berpendapat bahwa pelanggaran tersebut jelas dan seharusnya menghasilkan penalti untuk Real Madrid. "Ini jelas kena sikut, bukan diving. VAR ke mana?" tulis seorang netizen. "Kalau ini bukan penalti, terus apa lagi?" timpal pengguna lain, menandakan kuatnya argumen pembelaan.

Perdebatan semakin memanas setelah staf pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengungkapkan kekecewaannya. "Pelanggaran terhadap Mbappe jelas merupakan penalti. Di sini dan di bulan. Tapi inilah kenyataan yang kita hadapi. Beginilah adanya. Satu minggu lagi seperti ini. Hal yang sama seperti biasanya. Mengapa VAR tidak turun tangan?" ujar Arbeloa, dikutip dari laporan Fabrizio Romano.

Pernyataan Arbeloa ini menggarisbawahi perasaan kubu Real Madrid yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit dan VAR yang dianggap tidak konsisten.

Dalam pertandingan tersebut, Real Madrid harus puas dengan hasil imbang 1-1. Hasil ini membuat Madrid kini mengumpulkan 70 poin dan menempati posisi kedua klasemen, terpaut enam angka dari Barcelona yang berada di puncak. Sementara itu, Girona menempati posisi ke-12 dengan perolehan 38 angka.

Recommended