Pemerintah Jepang menetapkan Indonesia sebagai negara prioritas ketiga untuk investasi jangka panjang dalam satu dekade ke depan, terhitung sejak April 2026. Penegasan ini disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Myochin Mitsuru, menyusul potensi besar pada sektor industri otomotif.
Dilansir dari Medcom, komitmen investasi yang disepakati mencapai 23 miliar dolar AS atau setara Rp397,6 triliun. Angka fantastis tersebut merupakan hasil dari rangkaian pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo pada bulan Maret 2026 lalu.
"Indonesia adalah negara ketiga yang menjanjikan untuk investasi jangka panjang, maksud saya satu dekade ke depan," kata Myochin Mitsuru, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Ia menambahkan bahwa perusahaan Jepang melihat Indonesia sebagai pasar strategis dengan pertumbuhan yang konsisten.
Selain sektor otomotif yang menjadi pilar utama, investor asal Negeri Sakura juga membidik potensi pada industri produk karet, plastik, dan real estate. Sektor manufaktur serta industri makanan turut masuk dalam daftar prioritas pengembangan bisnis perusahaan-perusahaan Jepang di tanah air.
Realisasi komitmen ini diperkuat melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) berbasis business-to-business (B2B) dalam seminar bisnis di Tokyo. Forum tersebut mempertemukan para pelaku usaha dari kedua negara untuk memperluas ekspansi proyek yang sudah ada maupun inisiasi proyek baru.
Besarnya nilai proyek yang dikucurkan mencerminkan kepercayaan tinggi dari sektor swasta Jepang terhadap stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah Jepang memproyeksikan berbagai jenis investasi baru akan terus mengalir ke berbagai wilayah di Indonesia dalam waktu dekat.