IPL Jadi Satu-satunya Organisasi Tenis Meja yang Diakui ITTF

Indonesia Pingpong League (IPL) menegaskan pengakuan resmi dari ITTF, membangun ekosistem tenis meja berstandar internasional.

Indonesia Pingpong League (IPL) menegaskan posisinya sebagai satu-satunya organisasi tenis meja di Indonesia yang memperoleh pengakuan resmi dari International Table Tennis Federation (ITTF).

Pengakuan ini menjadi landasan penting bagi IPL dalam mengembangkan ekosistem tenis meja nasional yang profesional dan berstandar internasional.

Menurut Sekjen IPL, Yon Mardiono, dalam konferensi pers di Jakarta (9/3/2026), IPL berupaya mewujudkan "Sinergi Ekosistem Tenis Meja Untuk Prestasi Internasional". Acara ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Bima Abdi Negara, peraih medali perak SEA Games Thailand 2025.

Kompetisi yang diselenggarakan IPL selaras dengan standar ITTF dan World Table Tennis (WTT), mulai dari turnamen zona hingga kualifikasi kejuaraan dunia. Sistem berjenjang ini diklaim telah membantu mencetak prestasi atlet binaan IPL dalam setahun terakhir.

Muhammad Naufal Junindra Irawan menonjol di level usia muda. Remaja 18 tahun ini memenangkan WTT Youth Contender Dubai (Oktober 2025), meraih perunggu di SEA Games Thailand 2025, dan mencapai babak 16 besar WTT Youth Smash Singapore (Februari 2026).

Hasil ini mengangkat peringkatnya ke posisi 86 dunia kategori Youth (U-19) ITTF. Michael Hartono (U-15) juga mencatat prestasi membanggakan di kancah internasional.

Dia mencapai perempat final WTT Youth Star Contender di Turki dan masuk 16 besar WTT Youth Smash Singapore 2026, mendorong peringkat dunianya naik ke posisi 107.

Yon Mardiono menyatakan, "Hasil ini bukan kebetulan, melainkan buah dari sistem kompetisi berjenjang yang kami bangun… Kami ingin memastikan atlet Indonesia memiliki poin dan peringkat dunia yang kompetitif."

Gelar Kompetisi Secara Rutin

IPL secara rutin menggelar IPL Youth Series, yang menjadi tolok ukur baru tenis meja nasional. Partisipasi meningkat pada musim ke-2 tahun 2025, mencapai 139 klub dari 116 klub di musim pertama.

Tujuh zona terlibat, meliputi Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi. IPL menyusun basis data pemain, pelatih, dan klub secara transparan untuk menjaga objektivitas seleksi.

Puncak kompetisi zona adalah Grand Final di Jakarta, yang diikuti tiga klub terbaik dari tiap zona (Youth dan Senior) untuk menentukan wakil Indonesia di level ASEAN dan kalender resmi ITTF-WTT.

Yon Mardiono menambahkan, "Langkah ini bertujuan menghapus paradigma lama… Setiap atlet, dari klub mana pun, memiliki kesempatan yang sama untuk membela bangsa berdasarkan performa yang terukur."

Asian Games 2026 Jadi Tantangan

Meskipun pembinaan terus berkembang, Yon mengakui bahwa persaingan di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akan berat. Dominasi Asia di peringkat dunia menjadi hambatan yang nyata.

Yon menjelaskan, "Kalau kami berbicara Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, di Jepang, itu dari peringkat satu sampai 10 dunia, delapan orangnya berasal dari Asia… Jadi memang untuk Asian Games, Indonesia kalau saya pribadi mengakui masih cukup berat untuk menargetkan mendapatkan medali."

Recommended