Jacksen Tiago Soroti Investasi Karakter Pemain Muda Pasca-Insiden EPA

Jacksen F. Tiago menekankan pentingnya pembinaan karakter dan aspek psikologis pemain muda menyusul insiden kekerasan di Elite Pro Academy U-20.

Direktur Akademi Borneo FC Samarinda, Jacksen F. Tiago, menyoroti pentingnya penguatan karakter pemain muda menyusul insiden kekerasan pada kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 musim 2025/2026 yang terjadi hingga Senin (20/4/2026).

Dilansir dari Bola, Jacksen menekankan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional. Ia menilai pembinaan atlet tidak boleh hanya terpaku pada pencapaian prestasi teknis semata di atas lapangan.

Mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut berpendapat bahwa sepak bola seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan dan sportivitas. Ia menggarisbawahi perlunya investasi besar pada sisi kemanusiaan, terutama dalam pengembangan mentalitas pemain usia muda.

"Sepak bola dimainkan oleh manusia. Oleh karena itu, pengembangan aspek psikologis, karakter, serta kemampuan komunikasi, termasuk bahasa asing, harus menjadi prioritas kita," ujar Jacksen F. Tiago, Direktur Akademi Borneo FC.

Meskipun terjadi insiden kekerasan, Jacksen mengakui adanya perkembangan positif dalam penyelenggaraan EPA musim ini. Kemajuan tersebut terlihat pada sektor organisasi pertandingan, kurikulum pembinaan, hingga konsep kepelatihan yang mulai tertata secara sistematis.

Jacksen juga menyarankan agar klub-klub mulai melibatkan tenaga ahli psikologi olahraga secara lebih serius dalam struktur pembinaan mereka. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan arah pembinaan berorientasi pada pembangunan manusia secara menyeluruh.

Selain faktor teknis dan mental, tantangan era digital melalui media sosial turut menjadi perhatian. Tanpa pendampingan yang tepat, para pemain muda berisiko kehilangan arah akibat pengaruh negatif platform daring tersebut.

Mengenai desakan sanksi bagi pihak yang terlibat kerusuhan, Jacksen meminta publik untuk melihat dampak moral yang sudah ditanggung pemain dan keluarga. Ia berharap momentum ini dimanfaatkan untuk memperbaiki sistem fundamental pembinaan atlet nasional.

Recommended