Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, menyampaikan empat poin pernyataan tegas setelah tim Macan Kemayoran ditaklukkan Persib Bandung dengan skor 0-1 pada Minggu (10/5/2026). Pertandingan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 tersebut berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda.
Kekalahan tipis ini memicu kekecewaan mendalam bagi pendukung klub ibu kota tersebut. Dilansir dari Bola, laga kandang yang harus berpindah ke Kalimantan karena kendala izin kepolisian menjadi salah satu faktor yang menguras energi dan mental para suporter.
Catatan sejarah mencatat hasil minor ini sebagai kekalahan kandang pertama Persija dari rival abadinya tersebut dalam kurun waktu 17 tahun terakhir. Persija tercatat tidak pernah kalah di kandang dari Persib sejak laga di Stadion Gajayana, Malang pada 2009 silam.
Selain rekor kandang, The Jakmania menyoroti fakta bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah Liga Indonesia, Persija mengalami kekalahan beruntun dari Persib dalam satu musim kompetisi. Masalah teknis di lapangan juga menjadi sorotan tajam bagi manajemen tim.
Ketidakmampuan klub menyelenggarakan laga di Jakarta menjadi poin ketiga yang ditekankan oleh para pendukung. Melalui pernyataan di akun Instagram resminya, Selasa (12/5/2026), Jakmania mengeluhkan kegagalan menggelar pertandingan kandang melawan Persib di Jakarta selama empat musim berturut-turut.
Sorotan teknis juga diberikan pada lini pertahanan Persija yang dianggap sering melakukan kelalaian fatal. Pihak suporter menilai gol-gol yang bersarang ke gawang tim kesayangan mereka sepanjang musim ini seringkali disebabkan oleh kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.
Kekecewaan tersebut memuncak pada desakan agar para pemain meninggalkan klub setelah kontrak berakhir. Penegasan ini ditujukan kepada para penggawa yang dianggap tidak memberikan performa maksimal selama musim berjalan.
"Lupakan masa depan kalian di Persija. Selesaikan kontrak hingga akhir musim, lalu silakan pergi!" ujar The Jakmania melalui pernyataan tertulis resminya sebagaimana dikutip dari Bola.
Hasil negatif di Samarinda ini secara matematis menutup peluang Persija Jakarta untuk memperebutkan gelar juara musim ini. Tim asuhan pelatih Persija tersebut dipastikan mengakhiri kompetisi dengan menempati peringkat ketiga klasemen akhir.