Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Trans Jawa Siapkan Saldo E-Toll

Jasa Marga mencatat 4,9% kendaraan kurang saldo e-toll di GT Kalikangkung. Pengguna tol Semarang-Jakarta disarankan siapkan saldo Rp 500 ribu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengimbau masyarakat untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik (e-toll) sebelum melakukan perjalanan di jalan tol. Imbauan ini menyusul masih banyaknya pengguna jalan yang kedapatan memiliki saldo tidak cukup saat akan bertransaksi di gerbang tol.

Menurut data Jasa Marga, sejak awal musim mudik, terdapat sekitar 21 ribu kendaraan yang mengalami masalah kekurangan saldo di Gerbang Tol Kalikangkung, ruas Tol Batang-Semarang.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut mencapai 4,9% dari total 442 ribu kendaraan yang bertransaksi di GT Kalikangkung pada periode yang sama. Menurut Rivan, kurangnya saldo e-toll menyebabkan pengisian saldo di depan gerbang tol, yang kemudian memicu antrean dan kemacetan.

"Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol," ujar Rivan dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

Rivan memprediksi potensi kemacetan serupa akan kembali terjadi pada arus balik, terutama di GT Cikampek Utama. Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan para pengguna jalan untuk memastikan saldo e-toll mereka mencukupi sebelum memulai perjalanan kembali ke Jabotabek.

"Siapkan saldo e-toll cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta," tegas Rivan.

Untuk perjalanan dari Semarang ke Jakarta, Jasa Marga menyarankan pengguna jalan golongan I untuk menyiapkan saldo e-toll minimal sebesar Rp 500.000. Sementara itu, bagi pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta, disarankan menyiapkan saldo minimal Rp 1.000.000.

Rivan juga mengingatkan pengguna jalan di Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup (tarif berdasarkan jarak) bahwa kartu e-toll yang digunakan saat tap in harus sama dengan yang digunakan saat tap out. Tujuannya, pengguna tidak dapat menggunakan kartu milik orang lain jika saldonya tidak mencukupi.

"Untuk kemudahan transaksi, pengguna jalan dapat melakukan pengisian saldo e-toll melalui berbagai kanal, antara lain Aplikasi Travoy, layanan mobile banking sesuai bank penerbit, gerai ritel/minimarket, maupun fasilitas top up di rest area," kata Rivan.

Recommended