Javier Tebas Klaim La Liga Lebih Efisien Belanja Pemain

Presiden La Liga, Javier Tebas, menyatakan klub Spanyol lebih efektif dalam transfer pemain dibandingkan klub Premier League.

Presiden La Liga, Javier Tebas, menyampaikan bahwa klub-klub Spanyol lebih cerdas dalam melakukan transfer pemain dibandingkan para pesaingnya di Premier League.

Pernyataan ini muncul setelah serangkaian pertandingan antara tim Spanyol dan Inggris di babak 16 besar Liga Champions.

Real Madrid sukses mengalahkan Manchester City dengan agregat 5-1, Barcelona menghentikan Newcastle United dengan agregat 7-2, dan Atletico Madrid mendepak Tottenham Hotspur (7-5).

Meskipun Premier League mengirimkan enam wakil ke babak 16 besar dan La Liga hanya tiga, seluruh wakil Spanyol berhasil melaju ke perempat final Liga Champions musim ini. Hanya Arsenal dan Liverpool yang tersisa dari klub-klub Premier League.

Tebas menegaskan bahwa efisiensi klub Spanyol dalam belanja pemain didukung oleh laporan yang kredibel. "Bukan saya yang mengatakan, ada laporan yang menyebutnya," kata Tebas.

"Laporan itu menyatakan bahwa tim yang paling efektif dalam membelanjakan uang untuk pemain adalah tim-tim Spanyol. Memang begitu adanya," ucapnya.

Ia mencontohkan transfer mahal di Inggris, seperti kasus Antony di Manchester United, dan membandingkannya dengan pemain yang memiliki nilai serupa di Real Betis. Menurut Tebas, sepak bola Spanyol lebih fokus pada pengembangan pemain dari akademi.

La Liga juga merilis laporan keuangan musim 2024/2025 dengan total pendapatan 5,464 miliar euro, naik 8,1 persen dari musim sebelumnya. Pendapatan komersial tercatat 1,584 miliar euro, dengan proyeksi pertumbuhan pada musim 2025/2026.

La Liga menyoroti nilai pemain binaan akademi yang mencapai 1,46 miliar euro, lebih tinggi dari Premier League (1,076 miliar euro) dan Bundesliga (419 juta euro).

Tebas juga mengkritik model kepemilikan klub tertentu yang dianggap tidak adil. "Kami berjuang agar klub-klub yang tidak bermain secara adil, 'klub negara', tidak mendominasi. Kami sering menyuarakan hal ini sendirian, dan berharap ada dukungan lebih luas."

Tebas khawatir dengan pola pengeluaran di Premier League yang dinilainya kurang terkontrol. "Saya khawatir aturan pengeluaran tidak diikuti, tidak ada dasar finansial yang jelas dalam pengelolaannya," katanya.

"Ini model yang mengkhawatirkan karena bisa menimbulkan kerugian. Klub hanya bisa diselamatkan jika lolos ke kompetisi Eropa, dan itu berpotensi menciptakan gelembung utang," imbuhnya.

Recommended