Jean-Paul van Gastel Nikmati Musim Perdana Latih PSIM Yogyakarta

Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel mengaku menikmati musim perdananya di Indonesia setelah membawa timnya menang pada laga kandang terakhir.

Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menyatakan sangat menikmati pengalaman baru dan seluruh proses yang dijalaninya selama mengarungi kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Laskar Mataram baru saja menyelesaikan pertandingan kandang terakhir mereka musim ini di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (17/5/2026) malam WIB.

Klub asal Yogyakarta tersebut berhasil membukukan kemenangan 2-1 atas Madura United pada laga pekan ke-33 tersebut, seperti dilansir dari Bola. Hasil positif ini sekaligus menambah catatan performa juru taktik asal Belanda itu sejak pertama kali didatangkan ke Indonesia pada Juli 2025.

Hingga laga ke-33, Van Gastel tercatat mempersembahkan 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 10 kekalahan. Rekor tersebut menempatkan PSIM Yogyakarta di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan perolehan 45 poin.

"Secara umum saya sangat menikmati tahun pertama saya di sini. Perjalanannya sangat jauh dan banyak, jadi saya harus beradaptasi dengan hal itu. Terkadang kami harus bepergian selama empat hari dan bagi saya itu adalah hal baru," ujar Jean-Paul van Gastel.

Pelatih berusia 54 tahun tersebut menilai kompetisi di Indonesia berjalan sangat kompetitif. Jarak tempuh antarpertandingan yang jauh menjadi tantangan tersendiri untuk mengelola kesiapan tim.

"Jadi, itu juga menjadi pengalaman yang bagus bagi saya sendiri untuk mengelola tim dan mencari persiapan terbaik untuk menghadapi situasi tersebut. Saya menilai liga ini sangat kompetitif," kata Jean-Paul van Gastel.

Kemenangan pada pertandingan kandang pamungkas menjadi momen yang sangat ia syukuri. Kehadiran para suporter di stadion diakui memberikan atmosfer yang luar biasa.

"Saya sangat menikmati pertandingan yang dihadiri oleh banyak suporter. Contohnya malam ini, pertandingan terakhir musim ini, kami bisa mengakhiri musim dengan positif lewat kemenangan kandang," tutur Jean-Paul van Gastel.

Selain laga kandang, atmosfer dari puluhan ribu penonton di kota lain juga meninggalkan kesan mendalam baginya. Van Gastel menggarisbawahi antusiasme luar biasa saat timnya bertanding di kota-kota besar.

"Pertandingan di Jakarta dan di Bandung yang dihadiri banyak sekali orang. Menurut saya, esensi sepak bola adalah itu bermain untuk suporter di hadapan banyak orang," ucap Jean-Paul van Gastel.

Kendati demikian, ia menyayangkan adanya sejumlah pertandingan dalam kompetisi musim ini yang terpaksa digelar tanpa kehadiran penonton di stadion.

"Namun sayangnya di liga ini banyak sekali pertandingan yang harus dimainkan tanpa penonton dan menurut saya itu sangat disayangkan karena seperti yang saya bilang kami bermain untuk suporter," kata Jean-Paul van Gastel.

Meski terdapat kendala tersebut, kedatangannya ke Indonesia dinilai memberikan warna baru yang positif. Pelatih asing ini merasa senang karena bisa mengenal budaya serta masyarakat setempat secara langsung.

"Secara keseluruhan saya sangat senang bisa datang ke sini karena hal ini memberikan warna baru dalam hidup saya, tidak hanya dari segi sepak bola tetapi juga kehidupan pribadi. Saya bertemu orang-orang baru dan merasakan budaya yang berbeda lagi," tutur Jean-Paul van Gastel.

Kenyamanan tinggal di Kota Yogyakarta menjadi salah satu alasan kuat di balik keinginannya untuk bertahan. Van Gastel melihat ada stabilitas yang baik dalam pengelolaan manajemen klub saat ini.

"Bagi saya ini adalah pencapaian yang besar. Itulah salah satu alasan mengapa saya sekarang melatih di sini. Saya melihat klub ini stabil, manajemen dan pemilIKNya punya kemauan kuat untuk membuat klub ini benar-benar stabil agar bisa berkembang selangkah demi selangkah," ujar Jean-Paul van Gastel.

Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah membantu mematangkan seluruh lini organisasi klub demi meraih hasil maksimal di lapangan.

"Salah satu tugas dan fokus saya di sini adalah membantu mereka berkembang secara bertahap di semua lini struktur organisasi. Tentu saja sisi sepak bola sangat penting karena pada akhirnya kami membutuhkan hasil," kata Jean-Paul van Gastel.

Faktor kenyamanan kehidupan pribadi bersama pasangannya di Yogyakarta turut memperkuat komitmennya bersama Laskar Mataram.

"Itulah mengapa saya ingin bertahan di sini karena saya dan pacar saya sangat suka tinggal di sini, kami sangat senang untuk bertahan," pungkas Jean-Paul van Gastel.

PSIM Yogyakarta kini menyisakan satu pertandingan terakhir pada pekan ke-34 dengan bertandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (22/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Recommended