Jhonlin Group, bersama tim relawan Solidarity for Humanity, kembali menunjukkan kepeduliannya dengan melakukan aksi nyata di Muara Sungai Kuala Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Upaya ini dilakukan untuk membantu masyarakat setempat.
Revitalisasi muara Sungai Kuala Penaga dilaksanakan melalui proyek pengerukan. Proyek ini bertujuan mengatasi pendangkalan yang selama ini menjadi kendala bagi aktivitas para nelayan.
Menurut Vendi Umar, perwakilan Jhonlin Group, kegiatan ini adalah wujud kepedulian perusahaan terhadap pemulihan lingkungan dan kemanusiaan pasca banjir yang melanda wilayah tersebut. Bencana banjir membawa material sedimen yang menumpuk dan menutup akses ke muara laut.
"Kita datang ke sini karena memang harus melakukan pengerukan atau dredging sedimen yang menumpuk pasca banjir di Sumatera kemarin Harapannya, dengan normalisasi alur ini dengan kedalaman 6 meter, lebar 70 meter, dan panjang kurang lebih 5 kilometer akses sungai bisa kembali optimal," tegasnya.
Normalisasi alur sungai diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat pesisir untuk melaut tanpa terhambat pasang surut air.
Tujuan utama dari proyek ini adalah mengembalikan kedalaman muara agar aktivitas masyarakat pesisir kembali normal dan meningkatkan produktivitas nelayan.
Aris Setiawan, Manager Operasional PT Dua Samudra Perkasa, menjelaskan bahwa pengerjaan dredging ini dilakukan sepanjang 5 kilometer dan diperkirakan memakan waktu satu hingga satu setengah tahun.
"Kami mengupayakan prosesnya bisa selesai secepat mungkin agar alur ini segera bermanfaat bagi para nelayan, khususnya nelayan Tamyang. Dengan begitu, saat melaut mereka bisa membawa hasil tangkapan tepat waktu, sehingga ikan tidak mengalami kerusakan."
Dengan kondisi alur yang kembali normal, nelayan Aceh Tamiang diharapkan dapat menjaga kualitas hasil tangkapan ikan karena distribusi yang lebih cepat.
Proyek ini direncanakan berjalan bertahap selama kurang lebih satu setengah tahun. Selain mengembalikan fungsi muara sungai sebagai jalur keluar masuk kapal nelayan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan kawasan pesisir dari dampak sedimentasi berulang di masa mendatang.