Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan kabar terbaru mengenai proses negosiasi pembebasan dua kapal Pertamina yang saat ini berada di Selat Hormuz.
Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengupayakan penyelesaian negosiasi dalam waktu dekat agar kedua kapal dapat segera melanjutkan pelayaran.
"Itu masih dalam negosiasi kok. InsyaAllah sebentar lagi, doain ya, sebentar lagi selesai," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua kapal yang beroperasi di Timur Tengah, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang berada di Teluk Arab.
Vega menjelaskan, kapal-kapal tersebut sedang menunggu situasi aman untuk keluar dari Selat Hormuz dan dalam kondisi aman. Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga, sedangkan VLCC Pertamina Pride mengangkut pasokan minyak mentah untuk kebutuhan energi dalam negeri.
Selain itu, rantai pasok dan distribusi energi tetap berjalan dengan dukungan 345 armada kapal di bawah pengelolaan Pertamina Group.
Pertamina Group berkoordinasi dengan pemerintah dan menerapkan metode Regular, Alternative and Emergency untuk menentukan metode rantai pasok yang paling efektif dan aman, serta memastikan kelancaran distribusi energi.
PIS terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam terhadap posisi armada, kru, dan pekerja. PIS juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat untuk memastikan keamanan seluruh kru kapal dan muatan.
"Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa. Di tengah situasi yang sangat dinamis dan sensitif ini, kami memohon doa serta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk rekan-rekan jurnalis, bagi keselamatan para kru kapal dan pekerja kami yang tetap menjalankan tugasnya di kawasan Timur Tengah," terang Vega.